Tampilkan postingan dengan label manajemen penjualan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen penjualan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

kebijakan karir tenaga penjualan

   Asumsikan anda sebagai seorang manajer dalam perusahaan
 bagaimana merancang “Kebijakan Karir” bagi tenaga penjualan di perusahan ?

Saya akan menggunakan teknik system perencanaan karir yang terpusat pada organisasi yakni  memfokuskan pada pekerjaan-pekerjaan dan pada pembangunan jalur karier yang menyediakan tempat bagi kemajuan diantara berbagai pekerja yang ada dalam organisasi. Jalur karir yang akan diterapkan adalah vertical system dimana seorang dapat menaiki jabatan dengan system hierarki perusahaan. Jalur  ini adalah yang dapat diikuti oleh individu untuk mengembangkan karir mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Namun untuk seorang tenaga penjualan, karir mereka sedikit terbatas, misalnya gambaran umumnya apabila tenaga penjualan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang perusahaan maka jenjang karirnya  :

1.            Junior sales
Dimana pada level ini dibutuhkan penguasaan keahlian bidang administrasi ; penguasaan computer dengan pekerjaan : membuat jadwal kerja, jadwal pertemuan dengan customer, penguasaan pengetahuan mengenai produk dan fasilitas
2.            Executif sales / senior sales
Pada tahap ini, senior sales memiliki selling skills dimana tanggung jawabnya lebih luas seperti : Memiliki jaringan kerjasama dengan para travel agent , korporasi, Industry , dalam menjalankan kegiatan sehari hari untuk menunjang tercapainya target penjualan, Memiliki sense terhadap market inteligen, pemahaman mengenai kompetitor , dan penguasaan terhadap selling point/unique selling point, strukturisasi harga , pemahaman mengenai karakter masing masing market/segment.
3.            Sales Management
Pada tahap ini seorang tenaga penjualan memimpin sebuah tim penjualan dan memotivasi mengarahkan secara langsung mengenai tugas dan tanggung jawab kepada tenaga penjualan
4.            Sales Leader/manajer penjualan.
Pada tahap direktur bagian penjualan tentunya memiliki kemampuan manajerial dengan tingkat pendidikan yang mumpuni, bertugas merancang business plan tahunan, event-event tertentu, strategi yang akan diterapkan dan pengambilan keputusan.

Karir untuk tenaga penjualan memang terbatas, dan tentunya jenjang karir dengan memperhatikan beberapa faktor seperti :
1.      Kebutuhan staffing (manajer penjualan) dimasa yang akan datang
2.      Mengukur potensi individual dan kebutuhan pelatihan.
3.      Mencocokkan kebutuhan staffing perusahaan dengan kemampuan individu tenaga penjual.
4.      Tingkat pendidikan tenaga penjualan.
Tujuan  dari perencanaan karir diatas adalah :
1.      Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan
2.      Menyaring potensi karyawan
3.      Memuaskan kebutuhan karyawan untuk berkembang
Kriteria yang dinilai dalam kenaikan karir karyawan yakni :
1.      Prestasi
2.      Tingkat pendidikan
3.      Sikap

4.      Tanggung jawab

Seasonal Marketing sirup marjan

Analisis Seasonal Marketing PT Lasallefood Indonesia Tbk. Dengan produknya : sirup marjan 
(versi iklan terbaru 2015 yang di gambarkan dengananak perempuan yang bermain takraw ditetntang oleh bapaknya yang menganggap permainan tersebut adalah permainan anak laki-laki saja)

seasonal, produk musiman sirup marjan
iklan sirup marjan

Ø  Strategi penjualan  seasonal sirup marjan :
Pada hari-hari besar seperti Rhamadhan, Idul Fitri, natalan dan tahun baru permintaan akan sirup meningkat. Sehingga produsen melakukan promosi yang gencar. Salah satu promosi yang dilakukan PT Lasallefood untuk menanamkan pesan sirup Marjan kebenak konsumen adalah  melakukan pemasangan iklan lebih awal diawal musim seperti menjelang ramdhan. ini berdasarkan pada prinsip bahwa cara termudah untuk memasukan pesan kebenak konsumen adalah ketika ada sedikit atau tidak ada pesaing yang melakukan iklan.
Ø  Manfaat strategi seasonoal bagi PT Lasallefood :

Penjualan meningkat sampai 6 kali lipat, dan melalui strategi yang menerapkan iklan di awal menjelang ramadhan dimana pesaingya belum melakukan/hanya sedikit yang melakukan, produk marjan berhasil menguasai pasar sebesar 42%. Selain itu marjan dapat menanamkan brand dibenak konsumen yang efektif melalui iklan yang ditampilkan di televise yang sebagian besar temanya menciptakan emosi, daya tarik akan sebuah perbedaan dilingkungan nyata. Akan tetapi perbedaan tersebut dapat dilupakan dan bukan menjadi sebuah masalah bila memberikan manfaat nyata.

Seasonal Marketing Perusahaan Hallmark

      Analisis sistem penjualan berbasis strategi Seasonal Marketing
 pada Perusahaan Hallmark 
(Perusahaan kartu ucapan terbesar di Amerika Serikat) 
seasonal marketing pt hallmark
Gb. Gerai pejualan produk  perusahaan kartu ucapan di AS, Hallmark

kartu ucapan perusahaan hallmark
Gb. Contoh produk kartu ucapan yang dibuat oleh perusahaan Hallmark
 Hallmark adalah perusahaan terkemuka di Amerika bahkan merupakan perusahaan terbesar di industri pembuatan kartu ucapan (greeting cards) untuk berbagai keperluan dan pada waktu itu dianggap tidak mempunyai pesaing yang berarti dari luar Amerika. Berdiri pada tahun 1910, Hallmark bermula dari penjualan sejumlah kartu ucapan selamat dalam kotak sepatu yang dilakukan oleh pendirinya Joyce C. Hallmark di Norfolk, Nebraska, Amerika Serikat
A.    Pengertian :
Seasonal marketing adalah cara pemasar untuk mendekati pelanggan dengan memanfaatkan peningkatan permintaan produk karena suatu event atau kejadian tertentu.
B.     Analisis Seasonal Marketing Perusahaan Hallmark     :
Ø  Untuk event-event tertentu seperti natal, ulang tahun, valentine, perusahaan meningkatkan jumlah produknya di gerai-gerai dengan menyesuaikan event-event tertentu karena lonjakan permintaan mengenai kartu ucapan sangat tinggi perusahaan juga tidak lupa mengadakan promo seperti bonus hadiah apabila pembelian dalam jumlah besar.

Ø  Dampak terhadap penjualan : permintaan kartu ucapan  pada event-event tertentu melonjak naik sampai rata-rata 500% dari pada hari biasa, sehingga omset penjualan naik drastis.

Worry Marketing pada Lifebuoy

   Analisis sistem penjualan berbasis strategi Worry Marketing pada PT Unilever dengan produknya : sabun Lifebuoy clini shield 10
Gambar iklan lifebuoy dengan stimuli kekhawatiran : kuman yang berevolusi
Gambar iklan lifebuoy dengan stimuli kekhawatiran : kuman yang berevolusi

A.    Pengertian
Worry marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada  kekhawatiran pelanggan untuk meningkatkan omzet penjualan.
B.     Analisis :
Ø  Stimuli kekhawatiran dalam iklan produk lifebuoy yakni : tubuh menjadi sangat rentan terkena penyakit karena kuman berevolusi lebih cepat.
Ø  Latar belakang pemicu pembentukan stimuli diatas :
Seiring dengan semakin padatnya penduduk, perpindahan kuman pun semakin cepat terutama di area publik, termasuk rumah sakit. Kuman pun terus berevolusi sehingga berpotensi menciptakan berbagai macam penyakit. Karena itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan, sehigga PT. Unilever melalui produknya sabun lifebuoy mengangkat isu ini untuk menjadi iklan dengan strategi worry. Dijelaskan dalam iklan ini, sekarang ini, kuman terus bertambah kuat, lebih cepat menyebar, dan mudah beradaptasi. Dan tangan adalah salah satu media penyebaran kuman melalui sentuhan. Terkait ini, pihak Unilever pun melakukan survei, khususnya kepada para ibu yang memiliki anak usia di atas 4 tahun. Survei pun memperlihatkan bahwa 92 persen ibu menyadari kuman berevolusi dan anak-anak rentan terhadap berbagai macam penyakit yang diakibatkan olehnya. Akan tetapi, para ibu kerap tidak sadar bagaimana dan di mana kuman bisa cepat menyebar.
Oleh karena itu Unilever meluncurkan produk terbaru Lifebuoy ini mengandung formula activ natural shield yang ditemukan para ilmuwan Unilever serta telah direview oleh British Skin Foundation dan berbagai laboratorium internasional.  activ natural shield merupakan gabungan 2 molekul yaitu terpineol yang berasal dari pohon pinus dan thymol yang berasal dari daun thyme. Kombinasi kedua molekul tersebut bisa memberikan efek anti bakteri.
Ø  Efek iklan lifebuoy dengan strategi worry terhadap penjualan :
Pasar merespon kehadiran produk inovasi yang baru dengan lifebuoy dengan teknologinya yakni active natural shield dengan sangat baik , terbukti di peluncuran pertamanya, lifebuoy dapat menjadi leader diantaranya sabun keluarga lainnya. produk sabun ini dikategorikan sebagai produk premium. Harga sabun Lifebuoy Clini-Shield10 bentuk batang dengan ukuran 70 gram Rp 5.000 per buah.  Mahalnya harga produk ini mengingat teknologi yang digunakan terbilang mutakhir. Sabun ini mengandung Activ Naturol Shield


Experiental Marketing Starbuks Indonesia

                Analisis sistem penjualan berbasis strategi Experiental Marketing pada PT Sari Coffe Indonesia atau  Starbuks di Indonesia
experiental marketing pada starbuks
starbuks
A.    Pengertian
Experiential marketing adalah konsep pemasaran yang menekankan kinerja produk dalam memberikan pengalaman yang menimbulkan emosi yang menyentuh hati dan perasaan pelanggan. Pendekatan experiential marketing dibentuk guna melengkapi pendekatan tradisional dengan menghadirkan pengalaman-pengalaman yang unik, positif, dan mengesankan yang membentuk memorable experience bagi konsumen.

B.     Analisis :
Starbucks  merupakan kedai kopi dengan gerai gerainya yang tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini Starbucks tercatat sudah memiliki 151 gerai di Indonesia.  Dimensi Experiental marketing yang ada pada Starbuks :
a.       Sense / Sensory Experience
Sense Experience didefinisikan sebagai usaha penciptaan
pengalaman yang berkaitan dengan panca indera melalui
penglihatan, suara, sentuhan, rasa, dan bau.
Ø  Dimensi Sense pada Starbucks :
Untuk mendiferensiasikan Starbuks dan produknya di market, memotivasi konsumen untuk mau membeli produk tersebut dan menyampaikan value kepada konsumennya Strarbuks menggunakan strategi pada gerainya yakni konsep open kitchen (dapur terbuka) sehingga pelanggan mampu melihat jelas proses pembuatan hidangan yang akan disajikan kepadanya,  selain itu alunan music jazz mengiringi pelanggan dalam menyantap hidangan sehingga pelanggan merasa nyaman dan betah di gerai starbuks.
b.      Feel / Affective Experience
Feel Experience adalah strategi dan implementasi untuk
memberikan pengaruh merek kepada konsumen melalui
komunikasi (iklan), produk (kemasan dan isinya), identitas
produk (co-branding), lingkungan, website, orang yang
menawarkan produk.
Ø  Dimensi feel pada starbuks :
Starbuks memiliki pemahaman yang jelas mengenai cara penciptaan perasaan melalui pengalaman konsumsi yang dapat menggerakkan imajinasi konsumen yakni pengalaman meminum secangkir kopi dengan beberapa snack dimana pkonsumen dapat menikmati kopi yang jernih yang higienis dan nikmat dimana konsumen dapat melihat secara langsung proses pembuatan/ penyajian kopi tersebut sehingga diharapkan dapat  membuat
konsumen untuk melakukan keputusan pembelian yang berulang.
Dalam mempengaruhi emosi dan suasana
hati konsumen, starbuks menerapkan strategi pelayanan ramah dan k has melalui keterampilan para pelayan / bartender kopi dalam menyajikan kopi yang nikmat.

c.   Think / Creative Cognitive Experience
Tujuannya adalah mendorong konsumen sehingga tertarik dan berpikir secara kreatif sehingga mungkin dapat menghasilkan evaluasi kembali mengenai perusahaan dan merek tersebut. prinsip yang terkandung dalam
Ø  Think Experience, pada gerai starbuks yaitu :
Bahwa starbuks merupakan tempat ketiga setelah rumah dan kantor, artinya starbuks merupakan tempat yang cocok , sangat nyaman untuk beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan, ataupun untuk mengawali hari dengan meminum segelas kopi .
d.       Act / Physical Experience and Entitle Lifestyle
Merupakan teknik pemasaran untuk menciptakan pengalaman konsumen yang berhubungan dengan tubuh secara fisik, pola perilaku, dan gaya hidup jangka panjang serta pengalaman yang terjadi dari interaksi dengan orang lain.
Ø  Dimensi Act pada starbucks :
Tujuan dari Starbuck  adalah untuk memberikan kesan terhadap pola perilaku dan gaya hidup . Kemunculan Starbucks sebagai kedai kopi modern yang kental dengan budaya Amerikanya, membuat masyarakat Indonesia menganggap bahwa meminum kopi di kedai Starbucks menjadi gaya hidup golongan masyarakat tertentu (menganggap kelas atas)
e.        Relate / Social Identity Experience
Relate Experience merupakan gabungan dari keempat aspek Experiential Marketing yaitu sense, feel, think, dan act. Pada umumnya Relate Experience menunjukkan hubungan dengan orang lain, kelompok lain (misalnya negara, masyarakat, budaya).

Ø  Dimensi relate pada Starbuks : Starbucks sangat peduli pada semua hal seperti lingkungan fisik, mutu produk, perlunya penyusunan prioritas kerja, pentingnya reputasi perusahaan, bahkan budaya yang menyenangkan. Secangkir kopi yang nikmat oleh karenanya Starbucks adalah persinggahan yang lebih dari sekedar tempat minum kopi. Keberhasilan Starbucks sebagian dimulai dari kemauan untuk menantang pemikiran konvensional sembari memperhatikan hal-hal detail yang memungkinkan Starbucks untuk berinovasi. Salah satu contohnya ketika perusahaan berusaha mengembangkan kemasan yang sanggup mempertahanan kesegaran kopi, tidak hanya tujuh hari, tapi sampai enam minggu.

Relationship Marketing Telkomsel

sistem penjualan berbasis strategi Relationship Marketing pada PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
Grapari Telkomsel yang merupakan pelayanan utama kepada pelanggan
Grapari Telkomsel yang merupakan pelayanan utama kepada pelanggan



A.    Pengertian
Chan (2003 : 6); Saputra, 2014 mendefinisikan relationship marketing sebagai pengenalan setiap pelanggan secara lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan.

B.     Analisis :
Dalam menjalin hubungan dan mendekatkan diri dengan pelanggan, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menggunakan aplikasi dari oracle yang mengintegrasikan data-data informasi pelanggan untuk memudahkannya dalam hubungannya dengan pelanggan dalam rangka mempercepat respon kebutuhan pelanggan.

Ø  Strategi penjualan relationship marketing pada PT Telekomunikasi Selular (telkomsel) diterapkan pada gerai GraPARI  dan Call center  dengan menerapkan aplikasi oracle tadi yang telah terstandarisasi di seluruh Indonesia. Tujuan dari strategi ini adalah pelanggan akan lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan yang komprehensif dan  Aplikasi ini merupakan sumber semua informasi pelanggan sehingga mempersingkat waktu yang diperlukan untuk memberikan pelayanan.

Ø  Selain itu strategi penjualan berbasis relationship untuk meningkatkan penjualannya telkomsel melakukan system promo yang disebut Telkomsel poin yang  berawal dari tahun 2010 sampai saat ini. Melaui Telkomsel Poin, poin yang didapat oleh para pelanggan dapat ditukarkan sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan seperti untuk mendapatkan diskon belanja, diskon makan di rumah makan tertentu, dan dapat juga menukarkan tiket nonton film gratis di bioskop bagi yang menjadi penggemar film (Movie Mania).

Ø  Dalam mengelola hubungannya dengan pelanggan Telkomsel mempunyai komunitas bagi pelanggan yang tergabung dalam simPATI Zone (bagi pengguna kartu simPATI), Gen Asik (bagi pengguna KartuAS), dan kartu HALO. Pada umunya program loyalty diberikan berdasarkan ARPU, hobi, dan umur  dari pelanggan, misalnya bagi pelanggan simPATI yang memiliki hobi nonton, makan diadakan program loyalty gratis nonton (Telkomsel Friday Movie Mania)  dengan cara menukarkan Telkomsel Poin-nya.

Ø  Strategi relationship marketing telkomsel membantu meningkatkan penjualan telkomsel dalam hal berikut :
1.      Program penawaran produk baru
Pelanggan akan memperoleh penawaran mengenai produk baru atau produk eksisting melalui telepon, maupun SMS.
2.      Program  loyalty
Perusahaan akan mengirimkan SMS birthday maupun undangan kepada pelanggan dengan kriteria tertentu sebagai bagian dari program retensi.
3.      Penagihan tagihan telepon.
Perusahaan setiap bulannya akan mengirimkan tagihan untuk produk prabayar (kartuHALO) melalui email maupun surat.
Software CRM memudahkan Telkomsel akan memberikan penawaran menarik pada pelanggan dengan kriteria tertentu, misalnya berdasarkan  ARPU(Average Revenue Per User) atau rata – rata pemakaian telepon dalam 1 bulan.  Pada umumnya bagian telemarketing akan menghubungi pelanggan dengan kriteria ARPU> 500.000 untuk menawarkan nomor kartu HALO, flash, blackberry, serta cicilan IPhone

Ø  Manfaat yang diperoleh dalam layanan dan dukungan pelanggan :

          Sistem CRM membantu manajer customer service secara cepat membuat, menunjuk, dan mengelola permintaan layanan. Software helpdesk membantu bagian call centre untuk  membantu pelanggan yang mempunyai masalah dengan suatu produk atau layanan dengan cara menyediakan data layanan yang relevan dan usulan bagi pemecahan masalah. Bagian call centre apabila mengalami kesulitan untuk menangani keluhan pelanggan atau melayani permintaan pelanggan atas informasi produk, maka dapat dibantu melalui sistem ini, yang menyediakan data mengenai informasi produk, trauble shooting HP, gangguan pada blackberry, dll.

Selasa, 05 Mei 2015

Manajemen penjualan PT. Sinar Sosro

ANALISIS PERENCANAAN
DALAM MANAJEMEN PENJUALAN
PADA PT. SINAR SOSRO

Analisis ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Penjualan
Dosen Pengampu : Titin Ekowati, S.E, M.Sc.



Disusun oleh :
Faisal Maulana
122210106

Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Purworejo
2015

Profil Perusahaan
PT. SINAR SOSRO

Berdiri pada tahun 1974, PT SINAR SOSRO merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Sosro merupakan pelopor produk teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni Sosrodjojo.
Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah.
Pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual teh siap minum (ready to drink tea) dalam kemasan botol, dan pada tahun 1974 didirikan PT SINAR SOSRO yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia.
Bahan baku teh untuk produk-produk PT. SINAR SOSRO disuplai oleh PT. GUNUNG SLAMAT, sedangkan bahan baku teh tersebut dikelolah oleh PT. AGRO PANGAN selaku sister company
Dasar atau Filosofi PT. Sinar Sosro adalah Niat Baik yang di jabarkan dalam 3K dan RL yakni :
• Peduli terhadap KUALITAS
• Peduli terhadap KEAMANAN
• Peduli terhadap KESEHATAN
• Serta RAMAH LINGKUNGAN


1.      Tujuan Departemen Penjualan PT. Sinar Sosro :

Mengatur daerah penjualan untuk masing-masing distributor, serta memonitor tingkat penjualan di setiap wilayah pemasaran tersebut. serta memelihara dan mengawasi loyalitas distributor terhadap produk perusahaan.
Penetapan tujuan departemen penjualan PT. Sinar Sosro yakni :
·         Mengembangkan jalur distribusi penjualan
·         Mengefektifkan sistem dan pola kerja
·         Meningkatkan efektivitas dan efiensi biaya penjualan
·         Mengendalikan pencapaian target
·         Meningkatkan profitabilitas melalui harga jual optimal

Departemen penjualan dikepalai oleh Manajer Penjualan yang bertugas merancang garis besar strategis penjualan dan meningkatkan volume penjualan.
2.      Produk Dan Pasar Sasaran

A.    Produk PT. Sinar Sosro:
PT. Sinar Sosro terus berinovasi dengan mengembangkan merek dan produk minuman yang bertujuan untuk memuaskan para konsumen dan pelanggan. Saat ini PT. Sinar Sosro memiliki produk-produk dengan berbagai kategori yaitu :

b.      Teh siap minum dengan merek Teh botol Sosro, Fruit Tea Sosro, Sosro Joy Green Tea dan Stee.
c.       Teh berkarbonasi / soda dengan merek TEBS
d.      Jus dengan merek Country Choice dan Happy Jus
e.       Air mineral dengan merek Prim-a



Untuk menghasilkan kualitas teh yang bermutu, bahan baku teh hanya diambil dari perkebunan milik sendiri yaitu dengan nama perusahaan PT. Agropangan Putra Mandiri.

B. Pasar sasaran PT. Sinar Sosro :
1. Segmentasi 
Produk ini dijual pada semua kalangan dan lapisan masyarakat  
Karakteristik Demografi Konsumen :
  • Usia  :  Anak – anak (usia 9 sampai 12 tahun), Remaja (usia 13 sampai 18 tahun) dan Dewasa.
  • Jenis Kelamin   : Pria dan Wanita
  • Pekerjaan  : Semua orang yang mempunyai pekerjaan
  • Pendidikan  : Semua golongan masyarakat
2. Target Pasar :
Seluruh masyarakat Indonesia.
1.      Place                : Supermarket,  minimarket bahkan warung kecil dan gerobak.
2.      Geografis        : wilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruh wilayah Indonesia baik di kota – kota besar maupun daerah daerah.
Dan memfokuskan pada konsumen yang melakukan perjalanan yang membutukan minuman praktis.

3.      Perumusan Strategi Penjualan


1.      Perumusan strategi penjualan PT. Sinar Sosro lebih kepada penciptaan produk yang baru, inovatif dan produk yang lebih sempurna yang membuatnya mempunyai keunikan dari pada melawan langsung produk pesaingnya
2.      Membuat tag line agar dapat tersimpan di benak konsumen “Apapun makanannya, minumannya teh Botol Sosro”. Strategi yang diambil adalah dengan melakukan strategi promosi dengan mengontrak sebagian besar artis untuk menjadi bintang iklan. 
3.      Menciptakan inovasi baru mengenai produk minuman yakni ter rasa buah  dengan produknya Fruit tea, yang mempunyai varian rasa yang unik, mulai dari jambu, strawberi dan Sembilan rasa lain yanag merupakan keunggulan fruit tea.
4.      Membuat kemasan mudah dibawa yakni kemasan kecil pas di genggam tangan.

5.      Marketing Mix
·         Produk      : rasa teh asli yang kini bervariasi denganditambahkan aroma buah – buahan dan daun teh melati
·         Harga        : antara Rp 2000,00 hingga Rp 15000,00.
·         Place          : Supermarket, minimarket bahkan warungkecil dan gerobak.
·         Promotion : Melalui media televise, internet dan social media, Baliho, promosi buy2 get 1serta event-event tertentu

4.      Penentuan Anggaran Penjualan

·         Data  Penjualan PT. Sinar Sosro

Data Penjualan Produksi Teh Botol Sosro Periode Juni
2007 sampai dengan Mei 2013 (dalam krat)

BULAN
2007-2008
2008-2009
2009-2010
2010-2011
2011-2012
2012-2013
Juni
12.766
22.779
28.644
34.992
78.348
99.811

Juli
12.367
24.080
31.256
47.012
71.745
141.559

Agustus
16.852
31.410
41.432
72.234
114.989
171.002

September
14.112
24.173
28.231
40.512
83.261
144.371

Oktober
17.211
15.453
22.413
49.631
86.541
161.981

November
22.770
35.398
43.411
48.711
132.131
112.081

Desember
12.260
23.921
22.867
49.723
97.130
92.340

Januari

15.952
23.433
29.655
45.978
81.741
86.114

Februari
21.433
48.571
35.403

54.342

108.121
103.450

Maret
17.568
29.510

34.609

56.874

101.352
110.721

April

14.455

28.342

28.342

63.400

116.163

116.163

Mei
19.624
29.201
35.897
70.659
126.433
104.230

Jumlah
197.370
336.271
385.141
634.068
1.180.434
1.443.823

Sumber : PT. Sinar Sosro Sumatera Bagian Utara

Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilihat bahwa data penjualan produksi teh botol sosro pada PT. Sinar Sosro Sumatera Bagian Utara Juni 2007 sampai Mei 2013 adalah berpola trend. Karena mengalami kenaikan penjualan produksi dari tahun ke tahun.


 Untuk anggaran penjualan, penulis kesulitan dalam mencari data terbaru, tetapi ada data 2001-2003
Tahun
Total anggaran penjualan
Hasil penjualan
rasio efisiensi
2001
Rp 649,807,100.00
Rp 11,280,459,840.00
17
2002
Rp 743,893,750.00
Rp 10,930,909,080.00
14
2003
Rp 879,214,750.00
Rp 12,272,248,560.00
13
 Sumber : Data sekunder PT. Sinar Sosro semarang.

Dari tahun 2001 hingga 2003 rasio efisiensi terus menurun yang ditunjukkan pula dengan selisih rasio yang negatif. Dari hasil analisis perhitungan dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penurunan efisiensi penjualan pada PT. Sinar Sosro Semarang.
Penentuan anggran tersebut juga berdasarkan perbandingan anggaran penjualan dan hasil penjualan, apabila hasil penjualan di tahun sebelumnya meningkat dari tahun sebelumnya lagi maka anggaran penjualan tahun ini juga relative akan meningkat.dan sebaliknya apabila penjualan menurun maka anggaran penjualan juga relative menurun.


5.      Penentuan Daerah Penjualan

Dalam penentuan daerah penjualan, PT. Sinar Sosro menggunakan metode Buildup yang mana daerah penjualan utamanya dipilih berdasarkan :
1.      Data penduduk
Data penduduk di pulau Jawa dan Sumatera yang terbanyak menjadikan penentu daerah penjualan PT. Sinar Sosro. Sebanyak 50 % dari 150 kantor cabang penjualan PT Sosro terdapat di pulau Jawa dan Sumatera, sisanya tersebar meneluruh di Indonesia (data dari PT. Sinar Sosro pada  2014)

2.      Data Penjualan
Data penjualan pada masing-masing wilayah penjualan PT. Sinar Sosro merupakan acuan untuk menentkan daerah penjualan yang optimal sehingga target laba perusahaan dapat tercapai.
PT. SINAR SOSRO telah mendistribusikan produknya ke seluruh penjuru Nusantara, melalui lebih dari 150 kantor cabang penjualan, serta beberapa Kantor Penjualan Wilayah (KPW). Selain mendistribusikan, kantor penjualan juga bertugas dalam penarikan kembali botol – botol kosong (returnable glass bottle).
Di bawah kantor penjualan, selanjutnya jalur distribusi memiliki tiga tingkat:
1.      Agen / Sub-distributor / Wholesaler yang dilingkungan Sinar Sosro disebut Dister.
2.      Sub-Wholesaler, yang sering juga disebut sub agen.
3.      Retailer (pengecer) untuk tingkat Dister dikenal Dister Aktif (DA) dan Dister Pasif (DP).
Selain itu, produk PT. SINAR SOSRO sudah merambah pasar Internasional dengan upaya mengekspor produk-produk dalam kemasan kotak dan kaleng ke beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika.
                       
            Mengacu pada data penduduk dan tren penjualan yang terbesar di sumatera dan jawa maka daerah penjualan paling potensial terdapat di Jawa dan Sumatera terbukti dengan 50 % distributor terdapat di Jawa dan Sumatera.

Data Market share minuman teh dalam kemasan
Merek
Market Share ( % )
2008
2009
2010
Teh Botol Sosro
77,7
72,0
70,8
Fresh Tea
5,1
4,1
5,3
Fruit Tea
2,5
3,5
2,3
Teh Kotak
4,1
3,8
8,0





















6.      Peramalan Penjualan pada PT Sinar Sosro

a.       Potensi Pasar

Indeks daya beli masyarakat

Sumber : Gabungan pengusaha makanan dan minuman Indonesia


 Melihat adanya trend peningkatan indeks daya beli masyarakat, maka PT. Sinar Sosro meramalkan di tahun selanjutnya penjualan akan meningkat dan diperlukan strategi agar target penjualan yang telah ditetapkan tercapai.
Data Top brand untuk produk the dalam kemasan siap saji
Merk
top brand index
Produsen

2009
2010
2011
2012
2013
2014
the botol sosro
62,5  %
51,8 %
59,5 %
49,6 %
59,5 %
51,%
Sinar sosro
Frestea
9,2 %
14,5%
10,4 %
14,4 %
10,4 %
11,3 %
coca-cola
fruit tea
12,9 %
12,5 %
5,8 %
6,4 %
3,7 %
5,1 % 
sinar sosro

Berdasarkan table diatas bahwa PT. Sinar Sosro perlu strategi khusus dalam meramalkan penjualan di tahun depan karena melihat top brand indeks dari tahun ke tahun menurun.

b.      Potensi penjualan PT. Sinar Sosro
Data Penjualan Produksi Teh Botol Sosro Periode Juni
2007 sampai dengan Mei 2013 (dalam krat)

BULAN
2007-2008
2008-2009
2009-2010
2010-2011
2011-2012
2012-2013
Juni
12.766
22.779
28.644
34.992
78.348
99.811

Juli
12.367
24.080
31.256
47.012
71.745
141.559

Agustus
16.852
31.410
41.432
72.234
114.989
171.002

September
14.112
24.173
28.231
40.512
83.261
144.371

Oktober
17.211
15.453
22.413
49.631
86.541
161.981

November
22.770
35.398
43.411
48.711
132.131
112.081

Desember
12.260
23.921
22.867
49.723
97.130
92.340

Januari

15.952
23.433
29.655
45.978
81.741
86.114

Februari
21.433
48.571
35.403

54.342

108.121
103.450

Maret
17.568
29.510

34.609

56.874

101.352
110.721

April

14.455

28.342

28.342

63.400

116.163

116.163

Mei
19.624
29.201
35.897
70.659
126.433
104.230

Jumlah
197.370
336.271
385.141
634.068
1.180.434
1.443.823


            Berdasarkan data penjualan time series  tersebut potensi penjualan untuk tahun 2014-2015 diperkirakan akan juga mengalami kenaikan karena melihat trend yang sedang meningkat.
Untuk tahun 2014 dengan metode Time series –Expnentian smoothing
X1 = penjualan tahun 2013
X2 = ramalan penjualan tahun 2013
A = konstanta (0,5)

Y = a(X1) + (1-a) (X2)
2014 = 0,5 (1.443.825) + (1-0,5) (1.500.000)
         = 721.912 + 750.000
         = 1.471.912
Peramalan penjualan menggunakan analisis time series pada tahun 2014 akan terjadi kenaikan sekitar 273.330 krat













 
Diberdayakan oleh Blogger.