Rabu, 21 Januari 2015

Contoh Desain Penelitian

Contoh Desain Penelitian
A.    Desain Penelitian
          Tujuan dari penelitian ini adalah pengujian hipotesis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu suatu metode pengumpulan data primer yang memberikan pertanyaan-pertanyan kepada responden individu (Jogiyanto, 2004). Dilihat dari hubungan antar variabelnya, penelitian ini merupakan penelitian kausal atau sebab akibat yaitu penelitian yang diadakan untuk menjelaskan hubungan antar variabel, variabel yang satu menyebabkan atau menentukan nilai variabel yang lain (Cooper dan Schindler, 2006). Berdasarkan dimensi waktu, penelitian ini dikategorikan ke  dalam penelitian  cross sectional,  artinya penelitian mengambil data melalui penyebaran kuesioner hanya dalam satu saat saja (Ghozali, 2005). Unit analisisnya adalah individu karena data dikumpulkan dari tiap individu yang mana pada penelitian ini adalah nasabah PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. cabang Kebumen yang melakukan aktivitas perbankan. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada nasabah Bank BNI Cabang Kebumen sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk Bank BNI secara umum. Dalam penelitian ini kriteria respondennya yaitu nasabah yang mempunyai tabungan dan sudah menjadi nasabah Bank BNI Cabang Kebumen lebih dari 1 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA.


Contoh Definisi Operasional dalam Proposal Skripsi

Contoh Definisi Operasional dalam Proposal Skripsi
A.    Definisi Operasional
Definisi operasional dimaksudkan untuk menjabarkan variabel-variabel yang timbul dari suatu penelitian ke dalam indicator-indikator yang lebih terperinci.
1.      Variabel Independen (bebas)

a)      Trust (X1)
Kepercayaan konsumen adalah semua pengetahuan yang  dimiliki konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen  tentang objek, atribut dan manfaatnya.(Sunarto,2006 h.153). Kepercayaan adalah satu variabel kunci untuk memelihara suatu hubungan jangka panjang, termasuk pada sebuah merek (Morgan dan Hunt, 1994).
Adapun indikator pengukuran kepercayaan adalah sebagai berikut (Ndubisi, 2007) :

a.  Bank sangat peduli dengan keamanan untuk transaksi.
b.  Bank menjanjikan dapat diandalkan.
c.  Bank konsisten dalam memberikan layanan yang berkualitas.
d.  Karyawan bank menunjukkan rasa hormat kepada pelanggan.
e.  Bank memenuhi kewajibannya terhadap nasabah.
b)   Commitmen (X2)
            Komitmen adalah suatu sikap yang merupakan niat untuk mempertahankan keterhubungan jangka panjang karena  hubungan  tersebut dirasa berharga dan memberikan manfaat. Komitmen dapat digambarkan sebagai orientasi pelanggan jangka panjang terhadap hubungan bisnis yang berdasarkan pada keterikatan emosional. (Karsono, 2006).
             Adapun indikator pengukuran komitmen adalah sebagai berikut (Ndubisi, 2007) :
a.  Bank melakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan nasabah.
b.  Bank menawarkan layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
c.  Bank fleksibel saat jasa perusahaan berubah.
d.  Bank mampu memenuhi janji.
c)   Communication (X3)
            Komunikasi adalah proses yang digunakan konsumen dan organisasi pemasaran untuk saling membagi informasi guna mencapai pengertian bersama (Engel, et al, 1994 h.382). Komunikasi pemasaran sangat penting untuk mempertahankan pelanggan dan menarik  pelanggan yang baru. Komunikasi dapat menginformasikan dan membuat konsumen potensial menyadari atas keberadaan produk/jasa yang ditawarkan.
            Adapun indikator pengukuran komunikasi adalah sebagai berikut (Ndubisi, 2007) :
a.  Bank dapat dipercaya memberikan informasi yang tepat waktu.
b .  Bank menyediakan informasi ketika ada layanan perbankan baru.
c.  Informasi yang diberikan oleh bank selalu akurat.

d)  Conflict handling (X4)
            Perilaku keluhan konsumen adalah istilah yang mencakup semua
tindakan konsumen yang berbeda bila mereka merasa tidak puas dengan suatu pembelian/pelayanan.(Sunarto 2006 h.253). Penanganan keluhan secara efektif memberikan peluang untuk mengubah seorang pelanggan yang tidak puas, menjadi pelanggan produk/jasa perusahaan yang puas (atau bahkan menjadi ‘pelanggan abadi’).(Tjiptono, 2005).
             Adapun indikator pengukuran penanganan keluhan adalah sebagai berikut (Ndubisi, 2007) :
a.  Bank tidak mencoba untuk menghindari konflik potensial
b.  Bank mencoba untuk menyelesaikan konflik yang nyata sebelum
mereka menimbulkan masalah
c.  Bank memiliki kemampuan untuk secara terbuka mendiskusikan
solusi ketika masalah timbul
           
2.      Variabel dependen  ( Y ) : Loyalitas pelanggan
            Dalam penelitian ini variabel dependen adalah loyalitas nasabah. Loyalitas pelanggan adalah komitmen yang kuat untuk melakukan pembelian ulang atau berlangganan produk yang disukai secara konsisten di masa mendatang, sehingga menimbulkan rangkaian pembelian produk mereka yang sama secara berulang, meskipun pengaruh situasional dan upaya pemasaran berpotensi menyebabkan perpindahan merek  (Oliver, 1999).
            Adapun indikator pengukuran loyalitas nasabah adalah (Ndubisi, 2007) :
a.      Selalu mengingat bank BNI sebagai pilihan pertama di antara bank lain di daerah tersebut.
b.      Bank yang pertama terlintas dalam pikiran ketika membuat transaksi adalah BNI. 
c.      Memberi tahu dan menyarankan orang lain untuk memilih bank BNI dalam melakukan transaksi perbankan.








Contoh Analisis Data dalam Proposal Skripsi

Contoh Analisis Data dalam Proposal Skripsi
A.    Analisis Data
                Tahap analisis  data dilakukan dengan penerapan teknik  statistik,  mengingat penelitian ini dihadapkan pada hipotesa, populasi, dan teknik pengambilan sampel. Selanjutnya,  data-data penelitian dianalisis dengan beberapa teknik pengujian, meliputi: analisis deskriptif, uji validitas, uji reabilitas.
Analisis  data dilakukan dengan menggunakan program  (software)  aplikasi SPSS (Statistic Package for The Social Science) for Windows versi 18.0. Dengan software SPSS for Windows versi 18.0  ini, peneliti melakukan berbagai uji statistik sebagaimana yang telah  ditentukan di atas. Pemilihan  software SPSS for Windows versi 18.0 ini didasarkan pada keakuratan dan kecepatan penyajian pengolahan hasil data.


1.  Analisis Deskriptif
Analisis ini berisi tentang bahasan secara deskriptif mengenai tanggapan yang diberikan responden pada kuesioner. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2004). Analisis deskriptif memaparkan gambaran mengenai demografi responden, antara lain: jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, penghasilan. Analisis deskriptif dilakukan dengan mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data observasi agar pihak lain dapat dengan mudah memperoleh gambaran mengenai sifat objek dan data tersebut (Sekaran, 2000).

2.   Uji Regresi Linear Berganda
Digunakan  untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.  Uji ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas (commitmen,  trust,  communication,  dan  conflict handling) terhadap variabel tidak bebas (customer loyalty).

3.  Uji Koefisien Regresi Parsial (Uji-t)
Uji-t  digunakan untuk menguji signifikansi setiap variabel independen terhadap variabel dependen (Iriawan dan Astuti, 2006), atau untuk menguji apakah koefisien regresi signifikan atau tidak (Nachrowi dan Usman, 2008). Uji-t  digunakan untuk menguji apakah variabel bebas secara individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas Pengujian regresi ini menggunakan uji regresi dua arah (two tailed test) dengan menggunakan level signifikan (α) sebesar 5% yang berarti bahwa tingkat keyakinan adalah 95%.  Kriteria signifikan adalah apabila nilai  ttabel  < thitung  < ttabel, maka  tidak berpengaruh signifikan. Dan apabila nilai thitung > ttabel atau thitung < ttabel, maka berpengaruh signifikan.
4.  Uji Model Regresi Simultan (Uji F)
Uji F  digunakan untuk menguji  apakah sekelompok variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas. Uji F ini menggunakan level signifikan (α) sebesar 5% yang berarti bahwa tingkat keyakinan adalah 95%. Kriteria signifikan adalah apabila nilai  Fhitung  <  Ftabel,  maka  variabel independen (commitmen,  trust,  communication,  dan  conflict handling)  tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dan apabila nilai Fhitung > Ftabel, maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent.


Contoh latar belakang Proposal skripsi

Contoh latar belakang Proposal skripsi dengan judul :
Pengaruh Trust, Commitment, Communication, Conflict Handling Terhadap Customer Loyalty Pada Bank BNI Cabang Kebumen

A.    Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan optimal apabila didukung oleh peran sektor jasa yang tumbuh pesat. Peran sektor jasa terutama pada jasa-jasa infrastruktur seperti keuangan, telekomunikasi, transportasi dan logistik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan daya saing perekonomian. Sektor jasa memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Karena sektor ini merupakan sektor penunjang terpenting dalam membantu peningkatan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Sektor jasa menyumbangkan 45 persen dari total akun yang dimiliki oleh Indonesia. Sektor jasa juga menyumbangkan angka 60 sampai 80 persen dalam mengurangi kemiskinan Indonesia. Ini karena jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor jasa berjumlah 50 persen dari jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh Indonesia.
 Sektor jasa yang semakin tumbuh pesat saat ini yakni di sektor jasa keuangan. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya memperoleh layanan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan.  keuangan digerakkan oleh dua lembaga keuangan yaitu lembaga perbankan yang terdiri dari bank-bank umum dan lembaga non perbankan yang terdiri dari pasar modal, lembaga pembiayaan, asuransi, dana pensiun dan pegadaian.
Sektor perbankan sangat berperan dalam  memobilisasikan  dana masyarakat untuk berbagai tujuan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya persaingan antar perbankan seperti Bank BCA, Mandiri, BNI, BNI, Danamon, CIMB Niaga.
Indeks loyalitas nasabah paling tinggi untuk produk tabungan bank konvensional, masih diraih oleh BCA diikuti Bank Mandiri, BNI, BNI, dan BII secara berturut-turut. Pada tahun ini, BNI berhasil kembali diposisi tiga menggeser BNI yang turun diposisi empat (marketplusinsight)
Bank BNI di tahun 2014 memiliki penurunan indeks loyalty dan turun di posisi 4 digeser oleh Bank BNI. Sementara bank lainnya, Bank BCA, BNI, Mandiri,  CIMB niaga mengalami peningkatanindex loyalitas nasabah. Hal ini menunjukkan ada kemunduran loyalitas nasabah Bank BNI. Hal tersebut tidak baik bagi pertumbuhan  Bank BNI karena Syarat utama agar perusahaan bisa tumbuh terletak pada kemampuannya mengelola pelanggan.
Loyalitas pelanggan meruapakan sebuah sikap yang menjadi dorongan perilaku untuk melakukan pembelian produk/jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan didalamnya, khusunya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, namun tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunya komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan produk/ jasa tersebut. Seorang pelanggan yang loyal adalah aset yang sangat bernilai bagi  perusahaan. Loyalitas pelanggan terhadap suatu produk dan jasa berkaitan 8 dengan konsep relationship marketing dilandasi oleh faktor-faktor tertentu. Sorce (2002:12) menyebutkan beberapa faktor yang menentukan relationship marketing, diantaranya commitment, trust, power, control, balance of power,  interdependence, communication, cooperation, idiosyncratic investments, dan conflict resolution.
Trust atau kepercayaan adalah satu variabel utama untuk memelihara  suatu hubungan jangka panjang. Hubungan jangka panjang akan meningkatkan  tingkat kepercayaan konsumen terhadap harapan yang akan diterima dari  perusahaan sehingga akan mengurangi rasa khawatir konsumen terhadap  pelayanan yang diterimanya (Morgan dan Hunt dalam Ellena, 2011:20).
Komitmen pelanggan dapat diartikan sebagai keinginan pelanggan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama untuk mempertahankan hubungan yang bernilai (valued relationship) dengan pihak perusahaan, sehingga komitmen yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan loyalitas pelanggan (Ellena, 2011:24).
Komunikasi merupakan bentuk penyampaian informasi dari perusahaan ke konsumen.  Penyampaian yang baik dan jujur akan menciptakan rasa percaya dan loyal terhadap suatu jasa atau barang yang diberikan atau ditawarkan (Ndubisi, 2007).
Aspek konflik harus dikelola untuk menciptakan hubungan baik antara nasabah dan bank. Sehingga solusi terbaik adalah terciptanya hubungan fair/adil. Jika perusahaan menangani keluhan secara baik  dan efektif, perusahaan berkesempatan untuk tetap menguasai pelanggan dan  memperbaiki hubungan dengan pelanggan yang tentunya berdampak positif  terhadap perusahaan, yaitu loyalitas pelanggan (Bruce, 2004:116).
Upaya dalam perbaikan atau penyempurnaan terhadap unsur-unsur relationship marketing akan dapat membantu dan memberikan dampak positif terhadap loyalitas nasabah dan nilai tambah yang baik serta citra perusahaan dimata nasabah. Oleh karena itu, kepercayaan, komitmen, komunikasi, dan penanganan masalah  harus benar-benar dipahami oleh Bank BNI Cabang Kebumen agar  pelanggan tetap setia terhadap perusahaan.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis  terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Trust, Commitment, Communication, Conflict Handling Terhadap Customer Loyalty  pada Bank BNI Cabang Kebumen”.



Jumat, 05 Desember 2014

mencapai kinerja perusahaan yang prima dan kedekatan dengan pelanggan

9.1 SISTEM PERUSAHAAN
            Di seluruh dunia, perusahaan-perusahaan sekarang semakin terhubung, baik secara internal maupun dengan perusahaan lain. Jika anda berbisnis, anda ingin menjadi lebih baik dengan cara beraksi dengan cepat ketika melayani pesanan dalam jumlah besar atau ketika pengiriman dari pemasok terlabat. Anda juga mungkin ingin mengetahui dampak dari kejadian-kejadian ini terhadap setiap bagian bisnis dan bagaimana bisnis dikerjakan pada setiap bagian waktu, terutama ketika anda menjalankan perusahaan yang besar. Sistem perusahaan (enterprise system) menyediakan suatu integrasi untuk membuatnya menjadi mungkin. Lihatlah cara kerja sistem perusahaan dan apa yang dapat dilakukannnya bagi perusahaan.
APA ITU SISTEM PERUSAHAAN?
            Bayangkan anda harus menjalankan bisnis berdasarkan informasi dari sepuluh atau bahkan seratus bisnis data dan sistem yang tidak satupun diantaranya dapat berkomunikasi satu sama lainnya. Bayangkan perusahaan anda mempunyai lini produk besar yang berbeda, masing-masing dibuat dipabrik yang terpisah dan masing-masing dengan bagian sistem pengendalian produksi, penggudangan, dan distribusi dan distribusi yang terpisah dan tidak kometibel. Pembuatan keputusan anda akan sering didasarkan pada laporan diatas kertas yang dibuat secara manual, bahkan seringkali terlambat, dan ini akan menyulitkan kita untuk benar-benar memahami apa yang telah terjadi dalam bisnis dalam secara  keseluruhan. Anda akan mempunyai pemahaman yang sangat buruk tentang probabulitas perusahaan secara keseluruhan, atau biaya yang telah anda habiskan. Anda sekarang mempunyai gagasan yang baik tentang bagaimana perusahaan membutuhkan sistem perusahaan yang khusus untuk mengintegrasi informasi.
            Bab 2 memperkenalkan sistem perusahaan, yang juga dikenal sebagai sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning-ERP), yang didasarkan pada modul peranti lunak yang berintegrasi dan basis data pusat yang sama. Basis data mengumpulkan data dari berbagai devisi dan departemen dalam perusahaan, dan dari sejumlah besar proses bisnis yang penting dalam manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya manusia, membuat data tersedia untuk aplikasi yang mendukung hampir aktivitas bisnis organisasi secara internal. Ketika informasi yang baru dimasukkan oleh satu proses, informasi tersebut dengan segera tersedia bagi proses bisnis lainnya (lihat figur 9-1).
            Sebagai contoh, jika petugas penjualan memasukkan pesanan velg ban, sistem memverifikasi batas kredit pelanggan, menjadwalkan pengiriman, mengitentifikasi rute pengiriman yang terbaik, dan menyimpan barang-barang yang diperlukan dari persediaan. Jika persediaan tidak cukup untuk memenuhi pesanan, sistem menjadwalkan untuk membuat lebih banyak velg, memesan bahan dan komponen yang dibutuhkan dari para pemasoknya. Peramalab penjualan dan produksi diperbarui dengan segera. Jurnal umum dan level kas perusahaan secara otomatis diperbarui dengan informasi pendapatan dan biaya dari pesanan. Pengguna dapat memasuki sistem dan mengetahui status pesanan tersebut kapan saja ia menghendaki. Manajemen dapat memperoleh informasi pada setiap bagian waktu tentang bagaimana bisnis tersebut beroprasi. Sistem juga menghasilkan data keseluruhan perusahaan untuk analisis manajemen terhadap biaya dan probabilitas produk.
PEARNTI LUNAK PERUSAHAAN
            Peranti lunak perusahaan (enterprise software) dibuat berdasarkan ribuan proses bisnis yang telah jelas yang mereflesikan praktik-praktik terbaik. Praktik-praktik (best prisce) adalah solusi dan metode penyelesaian masalah yang paling berhasil dalam sebuah industri untuk mencapai tujuan bisnis secara konsisten dan efektif. Praktik terbaik tibul dari dua sumber: perusahaan konsultasi yang bekerja untuk berbagai perusahaan dalam sebuah industri dan peranti lunak perusahaan yang mengembangkan kemampuan industri bekerja dengan berbagai klien. Ketika perusahaan anda mempekerjakan perusahaan konsultasi atau perusahaan peranti lunak perusahaan guna menolong anda dalam membuat sistem perusahaan untuk anda sendiri, sebenarnya anda mempekerjakan dasar pengetahuan dari praktik terbaik yang dikumpulkan perusahaan-perusahaan ini selama beberapa tahun.
            Perusahaan yang mengimplementasikan peranti lunak ini akan harus memilih terlebih dahulu fungsi-fungsi sistem yang akan digunakan dan kemudian memetakan proses-proses bisnis itu keproses bisnis yang telah didefinisikan sebelumnya dalm pernti lunak. (Modul pembelajaran yang pertama untuk bab ini menunjukan bagaimana peranti lunak SAP menangani proses pembelian untuk suatu peralatan yang baru). Perusahaan akan menggunakan tabel konfigurasi  yang diselesaikan oleh peranti lunak terseut untuk menyesuaikan aspek tertentu dalam sistem kepada penerapannya dalam bisnis. Sebagi contoh, perusahaan dapat menggunakan tabel ini untuk memilih apakah tabel ini melacak pendapatan berdasarkan lini produknya, unit geogravisnya, atau jalur distribusinya.
            Jika peranti lunak perusahaan tidak mendukung cara organisasi tersebut menjalankan bisnisnya, perusahaan dapat menulis ulang beberapa peranti lunak untuk mendukung cara kerja proses bisnisnya. Namun, peranti lunak perusahaan biasanya sangat kompleks dan perubahan yang ekstensif mungkin akan mengurangi kinerja sistem, membahayakan informasi dan integrasi proses yang menjadi keuntungan utama dari sistem. Jika ingin mendapatkan keuntungan maksismum dari peranti lunak perusahaan, perusahaan harus mengubah cara kerjanya agar sesuai dengan proses-proses bisnis yang ada dalam peranti lunak.
            Vendor peranti lunak perusahaan yang besar antara lain SAP, Oracle ( dengan akuisisi dari PeopleSoft), SSA, Global, Lawson Software, dan Microsoft (yang menjual peranti lunak  Dynamics). Terdapat versi peranti lunak perusahaan yang dirancang untuk usaha kecil dan versi yang didapatkan melalui penyedia layanan aplikasi di Web. Walaupun pada awalnya dirancang untuk mengoptimisasi proses bisnis internal kantor belakang (bagian administrasi), sistem perusahaan telah menjadi lebih berorientasi secara eksternal dan mampu berkomunikasi dengan pelanggan, dan organisasi lainnya.
NILAI BISNIS SISTEM PERUSAHAAN
            Sistem perusahaan mentediakan nilai baik dengan meningkatkan efisiensi oprasional dan menyediakan informasi perusahaan secara luas untuk membantu para manajer untuk membuat keputusan yang lebih baik. Perusahaan besar dengan berbagai unit operasi pada lokasi yang berbeda dengan menggunakan sistem perusahaan untuk menjalankan pengerjaan standar  dan data sehingga sehingga setiap orang dapat menjalankan bisnis dengan cara yang sama diseluruh dunia.
            Coca-cola, contohnya, telah mengimplementasikan sistem perusahaan Sap untuk menstandarlisasikan dan mengordinasikan proses-proses bisnis yang penting di 200 negara. Kurangnya standar dan proses bisnis perusahaan secara luas menyebabkan perusahaan tidak memiliki daya ungkit untuk membeli secara global untuk mendapatkan harga yang lebih rendah untuk bahan mentah dan untuk beraksi secara cepat untuk perubahan pasar.
            Sistem perusahaan membantu perusahaan cepat merespons permintaan pelanggan untuk informasi atau produk. Karena sistem tersebut mengintegrasikan data pemesanan, produksi, dan pengiriman, bagian produksi menjadi lebih terarah dalam memproduksi hanya barang-barang yang telah dupesan pelanggan, membeli sejumlah komponen atau bahan mentah yang benar-benar tepat untuk memenuhi pesanan, membagi produksi menjadi beberapa tahapan, dan meminimalkan waktu suatu komponen atau barang jadi masuk kepersediaan.
9.2 SISTEM MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
RANTAI PASOKAN
            Rantai pasokan  (supply chain) perusahaan adalah jaringan organisasi dan proses bisnis untuk mendapatkan bahan mentah, mengubah bahan mentah ini menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, dan mendistribusikan barang jadi kepada pelanggan. Rantai pasokan menghubungkan pemasok, pabrik, pusat distribusi, toko eceran, dan pelanggan untuk menyediakn brang dan jasa dari sumber melalui konsumsi. Bahan baku, informasi, dan pembayaran mengalir melalui rantai pasokan kedua arah.
            Barang mula-mula berasal dari barang mentah, ketika bergerak melalui rantai pasokan, diubah menjadi barang setengah jadi (juga di anggap sebagai komponen atau bagian), dan akhirnya menjadi barang jadi. Barang jadi dikrimkan kepada pusat didtribusi dan dari pusat distribusi kepada pengecer dan pelanggan. Barang yang di kebalikan mengalir ke arah yang berlawanan: dari pembeli kembali ke penjual.
            Sebagai contoh, lihat rantai pasokan untuk sepatu Nike. Nike merancang, memasarkan, dan menjual sepatu, kaos kaki, pakaian olahraga, dan aksesoris ke seluruh dunia. Pemasok utamanya adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang dikontrak dengan pabriknya di Cina, Thailand, Indonesia, Brazil, dan negaralainnya. Perusahaan-perusahaan ini menciptakan barang jadi dari Nike.
            Para pemasok yang dikontrak Nike tidak membuat sepatu dari nol, mereka mendapatkan komponen bagi sepatu-tali sepatu, lubang tali, sol lapisan atas, dan sol-dari para pemasok lainnya dan mereka membuat bahan komponen-komponen menjadi sepatu yang sudah jadi. Pemasok-pemasok ini juga mempunyai pemasok untuk mereka sendiri. Sebagai contoh, pemasok sol mempunyai pemasok untuk karet sintetis, pemasok bahan-bahan kimia yang digunakan untuk melelehkan karet agar mudah dibentuk. Pemasok tali mempunyai pemasok untuk benang, pewarna, dan ujung tali yang terbuat dari plastik.
            Figur 9-2 menyediakan ilustrasi yang disederhanakan dari rantai pasokanNike untuk sepatu. Gambar tersebut menggambarkan aliran informasi dan bahan baku di antara, pemasok, nike dan distributor, pengecer, dan pelanggan Nike. Perusahaan-perusahaan yang dikontrak Nike merupakan pemasok utamanya. Pemasok barang seperti sol, lubang tali, sol bagian atas, dan tali sepatu merupakan pemasok sekunder (Tingkat 2). Pemasok dari para pemasok ini merupakan pemasok tersier (Tingkat 3).
            Porsi hulu dari rantai pasokan ini meliputi pemasok perusahaan, pemasok untuk para pemasok, dan proses membina hubungan dengan mereka. Porsi hilir terdiri atas berbagai organisasi dan proses untuk mendistribusikan dan menyampaikan produk kepada pelanggan akhir. Perusahaan yang melaksanakan proses produksi seperti pemasok yang dikontrak Nike untuk sepertaunya, juga mengatur proses rantai pasokan internalnya sendiri untuk menguabah bahan baku, komponen, dan jasa, yang di berikan oleh pemasoknya sendiri, menjadi bahan jadi atau prosuk setengah jadi (komponen atau bagian) untuk pelanggannya dan untuk mengelola bahan baku dan persediannya.
INFORMASI DAN MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
Berbagai inefisiensi dalam rantai pasokan, seperti kuranggnya bahan, penggunaan kapasitas pabrik yang rendah, persediaan barang jadi yang terlalu banyak, atau biaya transportasi yang tinggi, disebabkan oleh informasi yang tidak akurat atau tidak tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaahn manufaktur mungkin menyimpan terlalu banyak barang dalam persediaan karena tidak tahu secara pasti kapan perusahaan menerima pengiriman selanjutnya dari pemasoknya . pemasok mungkin memesan bahan mentah yang terlalu sedikit, karena tidak mempunyai informasi yang tepat mengenai permintaan. Inefisiensi rantai pasokan ini telah membuang 25 persen dari seluruh biaya oprasioanal perusahaan. Jika produsen memiliki informasi sempurna tentang berapa banyak unit produk yang diinginkan pelanggan, kapan mereka menginginkannya, dan kapan dapat dipreoduksi, maka mungkin strategi just in-time yang sangat efisien akan dapat diimplementasikan. Komponen-komponen akan datang tepat waktu dalam jumlah yang tepat ketika dibutuhkan, dan barang jadi akan dikirimkan sesaat setelah barang meninggalkan lini perakitan.
Namun pada rantai pasokan, beberapa ketidakpastian muncul karena berbagai kejadian tidak dapat diramalkan – permintaan produk yang tidak pasti, pengiriman yang terlambat dari pemasok, bagian atau bahan mentah yang cacat, ayau proses produksi yang berhenti. Untuk memuaskan pelanggan, produsen biasanya mengatasi ketidakpastian dan kejadian-kejadian yang teramalkan lainnya dengan menyimpan bahan baku atau produk yang lebih banyak pada persediaan daripada yang sebenarnya dibutuhkan. Stok pengaman ini bertindak sebagai penyangga untuk kurangnya fleksibelitas pada rantai pasokan. Walaupun kelebihan persediaan itu mahal, tingkat pengisihan yang rendah juga memakan biaya tinggi, karena bisnis akan merugi bila ada pemesanan yang dibatalkan.
Salah satu masalah yang sering muncul dalam manajemen rantai pasokan adalah bullwip (bullwip efect), di mana informasi mengenai permintaan suatu produk menjadi terubah ketika melewati satu entitas ke entitas selanjutnya di sepanjang rantai pasokan. Kenaikan yang sedikit pada pada permintaan sebuah barang mungkin menyebabkab unit0unit yang berbeda pada rantai pasokan – distributor, pabrik, pemasok, pemasok sekunder (pemasok dari pemasok), dan pemasok tersier (pemasok dari pemasoknya pemasok) – untuk menimbun persediaan sehingga masing-masing mempunyai persediaan yang cukup untuk “berjaga-jaga”. Perusahaan ini bergejolak disetiap rantai pasokan, sehingga apa yang awalnya perubahan yang kecil dalam pemesanan yang telah dilaksanakan menjadi berdampak besar, menyebabkan membengkaknya biaya persediaan, produksi, gudang, dan pengiriman. (lihat figur 9.3)
Sebagai contoh, procter & Gamble ( P&G) mendapati bahwa persediaan popok pempersnya sangat berlebihan dibanyak titik dibanyak rantai pasokannya karena adanya distrorsi informasi. Walaupun jumlah yang dibeli pelanggan di toko-toko umumnya stabil, pemesanan dari distributor akan meningkat ketika P&G menawarkan promosi harga yang agresif. Komponen-komponen pampres dan popok pampres terakumulasi di gudang disepanjang rantai pasokan untuk memenuhi permintaan yang sebelumnya tidak ada. Untuk mengatasi masalah ini, P&G merevisi proses pemasaran, penjualan, dan rantai pasokannya dan menggunakan peramalan permintaan yang lebih akurat (Lee, Padmanabhan, dan Wang 1997).
Efek bullwip ini dapat dikurangi dengan cara mengurangi ketidakpastian tentang permintaan dan penawaran ketika seluruh anggota rantai pasokan berbagi informasi dinamis mengenai jumlah persediaan, jadwal, peramalan, dan pengiriman, mereka akan mempunyai pengetahuan yang lebih tepat tentang bagaimana menyesuaikan perencanaan sumber daya, produksi dan distribusi. Sistem manajemen rantai pasokan menyediakan informasi yang membantu anggota rantai pasokan membuat keputusan tentang pembelian dan penjadwalan yang lebih baik.
 Informasi yang tidak akurat dapat menyebabkan fluktuasi kecil pada permintan produk menjadi diperkuat ketika bergerak mundur sepanjang rantai pasokan. Fluktuasi kecil pada penjualan eceran produk dapat menyebabkan kelebihan persediaan pada distributr, pabrik, dan pemasok.
APLIKASI MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
Peranti lunak rantai pasokan diklarifikasikan menjadi peranti lunak untuk membantu bisnis merencanakan rantai pasokannya ( perencanaan rantai pasokan) atau peranti lunak untuk membantu bisnis menjalankan langkah-langkah rantai pasokan (pelaksanaan rantai pasokan). Sistem perencanaan rantai pasokan (supply chain planning sistem) membuat perusahaan dapat membuat peramalan permintaan bagi suatu produk  dan untuk mengembangkan perencanaan sumber daya dan peroses prosuksi untuk produk tersebut. Sistem tersebut membantu perusahaan mengambil keputusan operasional yang lebih baik, seperti menentukan beberapa banyak suatu produk harus dibuat dalam suatu periode waktu; menentukan tingkat persediaan untuk bahan mentah, barang d=setengah jadi, dan barang jadi; menentukan dimana harus menyimpan barang jadi; dan mengidentifikasi berbagai jenis transportasi yang digunakan untuk pengiriman.
Sebagai contoh, jika seorang pelanggan besar memesan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya, atau mengubah pesanan tersebut dalam jangka pendek, hal tersebut dapat menimbulkan dampak luas diseluruh rantai pasokan. Tambahan bahan mentah atau campuran bahan mentah yang berbeda mungin perlu dipesan lagi dari pemasok. Pabrik mungkin mengubah penjadwalan kerja. Bagian transportasi mungkin perlu menjadwal ulang pengirimannya. Peranti lunak perencanaan rantai pasokan membuat penyesuaian-penyesuain yang diperlukan pada perencanaan produksi dan distribusi. Informasi tentang perubahan ini dibagikan kesemua anggota rantai pasokan yang relevan sehingga pekerja mereka dapat dikoordinasikan. Salah satu fungsi perencanaan rantai pasokan yang paling penting dan kompleks adalah perencanaan pemintaan (deman planning), yang menentukan berapa banyak produk yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi seluruh permintaan pelanggan.

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN DAN INTERNET
Sebelum adanya internet, koordinasi rantai pasokan terhambat oleh kesulitan dalam membuat informasi bergerak secara perlahan di berbagai sistem rantai pasokan internal yang berbeda-bedauntuk pembelian, manajemen bahan mentah, produksi, dan distribusi. Kesulitan lainnya adalah dalam berbagi informasi dengan rantai pasokan eksternal karena sistem pemasok, distributor, atau penyedia logistik, didasarkan pada standar dan platform teknologi yang tidak kompatibel. Sistem perusahaan dapat menawarkan berbagai intefrasi proses rantai pasokan internal tetapi sistem tersebut tidak dirancang untuk  menangani proses rantai pasokan eksternal.
Beberapa fungsi integrasi rantai pasokan ditawarkan dengan harga rendah menggunakan teknologi internet. Perusahaan-perusaan menggunkan intranet untuk meningkatkan koordinasi antara proses-proses rantai pasokan internal mereka, dan ekstranet mengordinasi proses-proses rantai pasokanyang digunakan bersama mitra bismis mereka (lihat figur 9-4).
Dengan menggunakan internet dan ekstranet, seluruh anggota rantai pasokan dengan mudah berkomunikasi satu sama lain menggunakan informasi yang terbaru untuk menyesuaikan pembelian, logistik, produksi, pengepakan, dan penjadwalan. Seorang manajer akan menggunkan tampilan Web untuk masuk ke dalam sisitem pemasok untuk menentukan apakah persediaan dan kemampuan produksi mereka dapat memenuhi permintaan untuk produk perusahaan tersebut. Mitra-mitra bisnis akan menggunakan perangkat manajemen rantai pasokan berbasis Web untuk berkolabirasi secara  online  dalam membuat peramalan. Petugas penjualan dapat mengakses jadwal produksi pemasok dan informasi logistiknya untuk memantau status pesanan pelanggan. Kebanykan perusahaan sekarang ini memakai pemasok dari berbagai negara dan internet membantu mereka mengoordinasikan pengolahan sumber diluar negri, transportasi, komunikasi, keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan bea cukai.





RANTAI PASOKAN YANG DIPENGARUHI PERMINTAAN:
DARI PRODUKSI DORONG HINGGA TARIK DAN RESPONS PELANGGAN YANG EFISIEN
Sistem manajemen rantai pasokan yang lama lebih banyak ditentukan oleh model dorong (yang juga dikenal sebagai model build-to-stock). Dalam model dorong (push-based model), jadwal produksi utama didasarkan pada peraalan atau tebakan berbagai mengenai permintaan produk, dan prouk-produk dengan demikian menjadi “didorong” kepada pelanggan. Dengan arus informasi baru yang dimungkinkan oleh adanya perangkat-perangkat berbasis web, manajemen rantai pasokan lebih mudah akan mengikuti model tarik. Dalam model tarik (pull-based model), yang juga dikenal sebagai model yang digerakkan oleh permintaan atau build-to-order, pesanan dari pelanggan akan menyebabkan kejadian-kejadian dalam rantai pasokan. Pihak produsen hanya menggunakan informasi permintaan pesanan yang aktual untuk mendorong penjadwalan produksi mereka dan pembelian dari komponen dan bahan mentah seperti yang diilustrasikan pada figur 9-5.
Internet dan teknologi internet memungkinkan perpindahan dari rantai pasokan berurutan, dimana informasi dan material mengalir secara berurutan dari perusahaan keperusahaan kebeberapa rantai pasokan yang berlangsung bersamaan. Sistem ini memungkinkan komunikasi yang simultan dan multidireksional mengenai persediaan, pemesanan, dan kapasitas setiap anggotanya, mengoptimalkan aktivitas dari masing-masing perusahaan dan kelompok perusahaan yang berinteraksi dalam pasar e-commerce (plihat figur9-6)

 
Diberdayakan oleh Blogger.