Senin, 03 Februari 2014

Manajemen SDM

Mengelola SDM
Materi oleh Bpk. Ridwan Baraba, SE. MM.

CEO yang berhasil: mampu melihat SDM sebagai aset yang harus dikelola (diarahkan) sesuai dengan kebutuhan bisnis dalam waktu dekat.

Pengelolaan ini melibatkan banyak orang dan butuh waktu yang lama hal ini juga berarti adanya upaya menyelesaikan masalah yang ada sekarang dengan tetap berorientasi jangka panjang dan adanya perbaikan cara kerja sehingga hasil yang diinginkan dapat dicapai dengan cepat.

Pengelolaan SDM meliputi: (1). Kegiatan mengelola karyawan, kebijakan, dan praktik yang dapat digunakan perusahaan sekarang, (2). Mengelola kekuatan” perubahan seperti teknologi, restrukturisasi bisnis, masalah hukum serta sosial, dan sebagainya, yang harus ditelaah organisasi supaya dapat memposisikan dirinya.
Kemitraan dalam Mengelola SDM
SDM tidak dapat dikelola hanya oleh mereka yang tergabung dalam departemen SDM namun semua manajer perusahaan bertanggung jawab untuk memimpin karyawan.
“Sumber daya manusia terlalu penting untuk ditangani oleh departemen SDM.” (Merck).

Kompetensi dan Karier M SDM
Praktisi SDM harus memiliki kompetensi inti, kompetensi pada tingkat spesifik, dan kompetensi peran spesifik.
Ada tiga kemampuan penting yang harus dimiliki: (1). Pengetahuan tentang Bisnis dan Organisasi. (2). Pengaruh dan Perubahan Manajemen. (3). Pengetahuan dan Keahlian SDM yang spesifik.
Strategi Bersaing dalam M SDM
Kemampuan untuk meraih dan mempertahankan keunggulan kompetitif merupakan upaya yang harus dilakukan perusahaan guna meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan perusahaan.
Salah satu cara melakukan hal ini adalah melalui inisiatif strategik  yaitu: kemampuan untuk melakukan pengendalian atas perilaku strategik dalam industri dimana perusahaan itu berkompetisi.
 Terdapat tiga kompetisi bersaing: (1). Strategi Inovasi, (2). Strategi Peningkatan Mutu, (3). Strategi Pengurangan biaya.
Pemilihan Strategi Bersaing dalam MSDM
Pemilihan strategi mana yang terbaik tergantung bbrp faktor: keinginan pelanggan, sifat kompetitifnya.
Organisasi dapat menerapkan sekaligus lebih dari satu strategi, meskipun hal itu akan menghadirkan tantangan.
Top Manajemen mempunyai tugas dalam hal ini diantaranya; memberikan fasilitas dengan memisahkan unit atau fungsi bisnis yang memiliki strategi kompetisi yang berbeda.
Kecenderungan dalam M SDM
Adanya kecenderungan – kencenderungan baru yang akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan dan efektivitas organisasi, baik publik maupun privat, baik kecil maupun besar.
Pencapaian Kinerja Organisasi
Kinerja organisasi dapat dilihat dari tingkat efektifitas produk tersebut dan bagaimana pelayanan organisasi diteruskan pada para pelanggan.
Sasaran dari MSDM adalah menciptakan kegiatan yang merupakan kontribusi menuju superior organization performance.
Etika SDM
Etika berhubungan dengan apa yang seharusnya dilakukan. Bagi manajer SDM mereka harus dapat bertindak secara relatif terhadap masalah SDM yang diberikan.
Masalah etika dalam manajemen termasuk dalam MSDM sering memiliki lima dimensi: (1). Konsekuensi Berkelanjutan, (2). Alternatif Beragam, (3). Hasil Campuran, (4). Konsekuensi yang tidak pasti, (5). Dampak Pribadi.

Ekonomi Islam

KARAKTERISTIK DAN RANCANG BANGUN SISTEM EKONOMI ISLAM
Materi oleh Bpk. Ridwan Baraba, SE. MM.

A.Karakteristik Ekonomi Islam
1.         Tujuan Ekonomi Islam
            Mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (Hayyah Thayyibah / atau kebahagiaan jangka panjang) yang sesuai dengan AL Qur’an dan Hadist.
            Menurut As-Shatibi tujuan utama syariat islam adalah mencapai kesejahteraan manusia yang terletak pada perlindungan terhadap 5 ke-maslahaan,yaitu keimanan (ad dien),ilmu ( al-’ilm) kehidupan ( an-nafs ),Harta ( al maal) dan kelangsungan keturunan ( An-Nashr ) 
    Perilaku yang kita jalani sesuai tuntutan islam / prinsip prinsip dasar dalam islam adalah dibutuhkan keimanan dalam diri manusia.jika keimanan seseorang kokoh dan benar,yaitu memegang islam secara kaffah,maka niscahya semua muamalah akan baik pula.keimanan dengan sendirinya akan melahirkan kesadaran akan pentingnya ilmu,kehidupan,harta,dan kelangsungan keturunan bagi kesejahteraan kehidupan manusia.upaya pencapaian maslahah dan keadilan harus dilakukan dengan dasar akhlaq islam sehingga memperuncing konflik sosial
    Maslahah dapat dicapai hanya jika manusia hidup dalam keseimbangan atau equilibrium,sebab keseimbangan merupakan sunatullah,ekonomi islam bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang seimbang.
2.         Moral Sebagai Pilar Ekonomi Islam
    Moral atau akhlaq menjadi pegangan pokok pelaku ekonomi yang menjadi panduan mereka untuk menentukan suatu kegiatan adalah baik apa buruk sehingga perlu dilaksanakan atau tidak.
            Esensi dari keimanan kepada Allah adalah “Tauhid” yaitu pengakuan    bahwa Allah adalah satu satunya sumber  sekaligus tujuan dari seluruh kehidupan.tidak ada Tuhan selain Allah.Tauhid memberikan suatu perspektif yang pasti atau jaminan dalam menjamin proses pencapaian tujuan ekonomi islam sebab Allah yang maha tahu atas semua ciptaannya.
Rukun islam pada dasarnya adalah suatu bentuk aktifitas yang berkaitan dengan ketuhanan sekaligus kemanusiaan (Hablunminallah  wa Hablunminannas)
Moral ekonomi islam dapat diuraikan menjadi dua komponen yaitu sebagai berikut :
a.   Nilai ekonomi islam
            Kualitas atau kandungan intrinsik yang diharapkan dari suatu prilaku atau keadaan
b.   Prinsip Ekonomi Islam
      Mekanisme atau elemen pokok yang menjadi struktur atau kelengkapan suatu keadaan.
3.         Nilai-nilai Dasar Ekonomi Islam
            Sisi normatif dari ekonomi islam yang berfungsi  mewarnai atau menjamin kualitas perilaku setiap individu.dalam berbagai pandangan ekonomi muslim dapat disimpulkan bahwa inti dari ajaran islam adalah “Tauhid” yaitu segala aktifitas manusia di dunia ini,termasuk ekonomi hanya dalam rangka untuk ditujukan mengikuti satu kaidah hukum, yaitu hukum Allah
 
4. Prinsip-Prinsip Ekonomi dalam Islam
Kaedah kaedah pokok yang membangun struktur atau kerangka ekonomi islam yang digali dari Al Qur’an dan sunnah
Prinsip ekonomi ini berfungsi sebagai pedoman dasar dari setiap individu dalam berperilaku ekonomi
5. Basis Kebijakan Ekonomi Islam
Segala sesuatu yang akan menjadi persyaratan bagi implementasi ekonomi islam,sebagai suatu keharusan.
Basis kebijakan ekonomi islam adalah sebagai berikut :
            A. Penghapusan riba
            B.  Pelembagaan Zakat
            C.   Penghapusan yang haram
            D    Pelarangan gharar
       
6.Paradigma Ekonomi Islam
            Serangkaian pandangan yang menghubungkan suatu idealisme yang abstrak dengan gambaran praktek yang tampak
            Paradigma Ekonomi Islam memcerminkan suatu pandangan dan prilaku yang mencerminkan pencapaian falah
            Paradigma ekonomi bisa dilihat dari dua sudut pandang antara lain :
  1. Paradigma berpikir dan berperilaku (behaviour paradigm).Paradigma pertama merupakan spirit dan pedoman masyarakat dalam berperilaku, yaitu nilai-nilai ekonomi islam seperti yang dijelaskan diatas
  2. Paradigma Umum (grand paradigm), paradigma kedua gambaran yang mencerminkan keadaan suatu masyarakat yang berpegang teguhpada paradigma berperilaku, yang memunculkan grand pattern dari setiap  aktivitas.
            Sebagai gambaran, paradigma yang terbentuk dari kapitalisme adalah individual materialisme dalam berpikir, dan paradigma mekanisme pasar dalam berperilaku ekonomi

Budaya Terkait Teknologi

BUDAYA YANG TERKAIT INOVASI DI BIDANG TEKNOLOGI
DEFINISI KONSEP TEKNOLOGI

      Kata ’Teknologi’, terkadang digunakan oleh orang – orang dengan pemikiran terbatas dan juga oleh orang – orang dengan pemikiran yang lebih luas. Ketika orang – orang dengan pemikiran terbatas mendefinisikan teknologi, maka aspek budaya akan ditempatkan sebagai bagian diluar teknologi, teknologi hanya terbatas pada masalah teknik. Sedangkan bagi orang – orang dengan pemikiran yang lebih luas, teknologi dikaitkan dengan ’technology practice’ atau kegiatan praktik dari teknologi yang tentu saja tidak bebas nilai karena akan berhubungan dengan tujuan penggunaan teknologi, aspek budaya, dan kondisi sosial yang ada.
     Beberapa definisi yang sifatnya formal menyebutkan bahwa, teknologi adalah hasil dari pengetahuan ilmiah yang teroganisir dan diaplikasikan secara sistematis ke dalam hal – hal yang bersifat praktis.
    Teknologi merupakan ’liveware’ karena organisme – organisme hidup setidaknya bergantung pada teknologi
    Yang perlu disadari, teknologi tidak selamanya dipuja dan dibutuhkan begitu saja oleh masyarakat di seluruh dunia. Teknologi juga harus diiringi dengan perkembangan pendidikan dan pengetahuan. Menjamurnya teknisi teknisi yang ahli juga tidak akan berpengaruh apa apa jika mayoritas penduduknya tidak terpelajar.  Masyarakat tersebut akan menganggap teknologi tak ubahnya seperti alien. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak dapat netral dan berdiri sendiri. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
BUDAYA TERKAIT INOVASI TEKNOLOGI
Kemajuan teknologi penulisan
         KERTAS DAN TINTA
         MESIN KETIK 
         COMPUTER


tujuan adanya komputer

 1. Dengan  adanya komputer mempermudah
bagi pegawai administrasi  sekolah untuk membuat kurikulum pengajaran , jadwal pelajaran sekolah, membuat daftar nama siswa , membuat daftar nilai siswa , membuat absen siswa , membuat perhitungan gaji pegawai dan membuat perencanaan pengajaran bagi guru-guru sekolah.
DI BIDANG  PERTANIAN   
  Beberapa tahun belakangan ini, untuk mencapai tujuan Good Farming Practices dikembangkan suatu teknologi rekayasan genetika, yang dikenal dengan nama Genetic Modified Organism (GMO). Tanaman hasil rekayasa genetika terbukti mempu menghasilkan hasil panen (buah dan sayur) yang kuantitas, kualitas,  dan kontinuitasnya dapat diandalkan
Bahkan buah-buahan yang dihasilkan secara sensoris dapat memenuhi keinginan konsumen. Tetapi sampai saat ini teknologi GMO tersebut masih diperdebatkan, karena sebagian ahli pangan dan kesehatan masih mempertanyakan keamanan produk-produk hasil rekayasa genetika. Hal yang perlu digarisbawahi adalah teknologi rekayasa genetika mampu menjawab tantangan untuk memenuhi keinginan konsumen akan suatu produk pertanian. Jika masih ada yang sebagian ahli yang mempertanyakan keamanannya, maka teknologi rekayasa genetika harus terus dikembangkan untuk menghasilkan produk-produk yang aman secara meyakinkan.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan tanaman/ hewan/ jasad renik yang memiliki sifat-sifat tertentu sehingga mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi manusia. Dimana gen merupakan suatu unit biologis yang menentukan sifat-sifat makhluk hidup yang dapat diturunkan.
Perbedaannya terletak pada bagaimana hasil itu diperoleh. ”Pemuliaan tradisional memerlukan persilangan yang mencampur ribuan gen dari dua jenis tanaman dengan harapan akan mendapatkan sifat yang diinginkan.
  Keuntungan dan kerugian rekayasa genetika dalam bidang pangan
        Keuntungan
  a.       Meningkatkan produksi pangan misalnya dengan menciptakan kultivar
  b.      unggul seperti tanaman padi tahan wereng, kapas tahan hama sehingga dapat meningkatkan hasil panen.
  c.       Menghasilkan keturunan dengan sifat yang unggul.
  d.      Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian
  e.       Menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi.
  f.        Terciptanya tanaman yang tahan dalam berbagai hama serta kondisi.
  g.      Terciptanya tanaman yang dapat membuat pupuknya sendiri.
  h.      Mengurangi pencemaran lingkungan serta menekan biaya  produksi.
        Kerugian
  Akhir-akhir ini beredar isu tentang kekhawatiran terhadap pangan produk rekayasa genetika, yang sering dipermasalahkan diantaranya adalah kecenderungan untuk menyebabkan reaksi alergi (alergenisitas), transfer gen dan outcrossing.
  Dampak-Dampak Rekayasa Genetika
  1.    Gangguan terhadap lingkungan
  Pola tanam produk pertanian di Indonesia areal kecil dikelilingi oleh berbagai gulma, dengan adanya sifat cross-polination dari GMO maka dikhawatirkan akan bermunculan gulma baru yang lebih resisten. Tanpa membakar sisa tanaman GMO akan memusnahkan jasad renik dalam tanah bekas penanaman tanaman GMO akibat sifat dari sisa GMO yang bersifat toksis. Jangka panjang akan merubah struktur dan tekstur tanah. Sifat tanaman GMO yang dapat membunuh larva kupu-kupu, akan memberikan kekhawatiran punahnya kupu-kupu di Sulawesi Selatan. Seperti diketahui Sulawesi Selatan termasyhur dengan kupu-kupunya.
  2.    Gangguan terhadap kesehatan
  Satu-satunya gangguan kesehatan akibat penggunaan hasil rekayasa genetika ialah reaksi alergis yang sudah dapat dibuktikan


Analisis Pekerjaan dan Tenaga Kerja

Analisis Pekerjaan dan Analisis Tenaga Kerja

Materi oleh Bpk. Ridwan Baraba, SE. MM.

A.    Pengertian Analisis Pekerjaan

Marihot Tua EH:“ Sebagai pengumpulan, penilaian, dan penyusunan informasi secara sistematis mengenai tugas – tugas dalam organisasi, yang biasanya dilakukan oleh seorang ahli.”
Dengan kata lain usaha u/ mencari tau tentang jabatan atau pekerjaan yang berkaitan dengan tugas – tugas yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut.
Data yang dikumpulkan meliputi tugas – tugas , tanggung jawab, kemampuan manusia dan standar unjuk kerja.

B.     Dimensi Pekerjaan
Ada lima dimensi yang saling berkaitan dan dapat menentukan tingkat produktivitas kerja dan keputusan kerja (Simamora, 2004):
  1. Fisik
  2. Psikologis
  3. Sosial
  4. Kultural
  5. Kekuasaan
C.     Tujuan Analisis Pekerjaan
1.      Job Description
  1. Job Classification
  2. Job Evaluation
  3. Job Design Restructuring
  4. Personnel Requirement atau Specification
  5. Performance Appraisal
  6. Worker Training
  7. Worker Mobility
  8. Efficiency
  9. Safety
  10. Human Resource Planning
  11. Legal atau Quasi Legal Requirements

D.    Manfaat Analisis Pekerjaan

1.      Analisis Penyusunan Kepegawaian
  1. Desain Organisasi
  2. Redesain Pekerjaan
  3. Telaah dan Perencanaan Kinerja
  4. Suksesi Manajemen
  5. Pelatihan dan Pengembangan
  6. Jalur Karier
  7. Kriteria Seleksi
  8. Evaluasi Pekerjaan

E.     Jenis Analisis Pekerjaan
1.      Analisis Pekerjaan Tradisional, hanya mencari informasi tentang tiga aspek: Tanggung jawab, Kewajiban – kewajiban dan Kualifikasi – kualifikasi.
  1. Analisis Pekerjaan Berorientasi Hasil, analisis ini memuat keterangan – keterangan yang berkisar pada pertanyaan – pertanyaan seperti: Tasks, Condition, Standards, SKAs, Qualifications.
F.      Teknik Pengumpulan Informasi Analisis Pekerjaan
Menurut S. Mangkuprawira, 2011:
1.      Observasi
2.      Wawancara
3.      Kuesioner
4.      Catatan Kerja Harian Karyawan
G.    Tahap – Tahap Analisis Pekerjaan
  1. Perencanaan Analisis Pekerjaan
1.      Mempersiapkan dan Mengkomunikasikan Analisis Pekerjaan
  1. Melakukan Analisis Pekerjaan
  2. Mengembangkan Uraian Pekerjaan dan Spesifikasi Pekerjaan
  3. Mempertahankan dan Memutakhirkan Uraian Pekerjaan dan Spesifikasi Pekerjaan

I.       Aspek Pekerjaan yang Dianalisis
1.      Keluaran Pekerjaan
  1. Aktivitas atau Tugas yang Dilakukan
  2. Kemampuan atau Kompetensi
  3. Struktur Imbalan atau Balas Jasa

J.       Analisis Tenaga Kerja
Merupakan penilaian terhadap tenaga kerja yang ada dalam suatu departmen dan yang pindah ke dalam, melalui atau keluar dari departmen tersebut.
Analisis ini dapat mencakup: jumlah tenaga kerja, komposisi tenaga kerja, kualitas tenaga kerja.








Minggu, 05 Januari 2014

Perusahaan Anjak Piutang

PERUSAHAA ANJAK PIUTANG
(FACTORING)

   Materi oleh : Murry Harmawan Saputra, SE, M.Sc.

 “Perusahaa anjak piutang atau factoring“  adalah Badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian, dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu transakasi perusahaan.


Pihak-pihak Yang Terkait Dalam Kegiatan Anjak Piutang :
1.       FACTOR
                Perusahaan Anjak Piutang
2.        KLIEN
                pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang /jasa secara kredit  kepada customer/pelanggan
3.        CUSTOMER
                adalah pihak yang membeli barang /jasa dari klien dan mempunyai kewajiban berupa hutang jangka pendek kepada klien.

JASA FACTORING
  1. JASA PEMBIAYAAN
(FINANCING SERVICE)
Perusahaan anjak piutang melakukan pembayaran di muka (prefinancing) kepada klien, yang besarnya tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak.
2. JASA NON PEMBIAYAAN ( NON FINANCING SERVICE)
  • Analisis kelayakan suatu kredit
  • Adminitrasi kredit
  • Pengawasan terhadap kredit termasuk pengendaliannya
  • Perlindungan terhadap suatu resiko kredit
Contoh :
  • PT. IFS CAPITAL INDONESIA
  • PT. BUNAS FINANCE INDONESIA



KARTU PLASTIK
“Kartu plastic” Merupakan suatu alat tansaksi  keuangan berbentuk kartu yang diterbitkan oleh lembaga keuangan dan dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi .
  • Pihak-pihak Yang Terkait Dalam Penggunaan Kartu Plastik
  1. ISSUER/ PENERBIT
                adalah pihak atau lembaga yang menerbitkan kartu plastik
             2. ACQUIRER/ PENGELOLA
adalah pihak yang mewakili penerbit kartu,untuk menyalurkan kartu kredit, melakukan penagihan pada pemegang kartu dan melakukan pembayaran kepada merchant.
           3. CARD HOLDER/PEMEGANG KARTU
                adalah pihak yang menggunakan kartu  untuk berbagai transaksi keuangan
4         4.  MERCHANT/ PENJUAL
adalah pihak penjual barang dan jasa yang dibeli oleh card holder dengan menggunakan kartu kreditnya.

SISTEM KERJA KARTU PLASTIK

  1. Calon Card holder mengajukan permohonan dengan harus memenuhi persyaratan yang dibuat oleh issuer
  2. Bank atau lembaga pembiayaan akan menerbitkan kartu bila “menyetujui”
  3. Dengan kartu yang di setujui ,card holder berbelanja ditempat yang dapat melayani pemakaian kartu kredit dengan bukti pembayaran
  4.  Merchant akan menagihkan ke bank atau lembaga pembiayaan  melalui acquirer berdasarkan bukti transaksi dengan card holder
  5.  Acquirer sebagai pihak yang mewakili issuer akan membayar  tagihan dari merchant
  6.  Acquirer akan menagih kepada pemegang kartu berdasarkan bukti pembelian sampai batas waktu tertentu.
  7.  Pemegang kartu akan membayar  kepada issuer melalui Acquirer sampai batas waktu yang telah ditentukan,bila terlambat akan kena sanksi/denda .



JENIS KARTU PLASTIK
  • Berdasarkan Fungsi
  1. CHARGE CARD
Pemegang kartu harus melunasi semua tagihan atas penggunaan kartu dengan sekaligus pada saat jatuh tempo.
2. CREDIT CARD
                Pembayaran tagihan dapat dilakukan sekaligus atau secara angsuran pada saat jatuh tempo.
3. DEBIT CARD
Pembayaran dilakukan dengan cara mendebit rekening bank pemilik kartu pada saat kartu digunakan
4. CASH CARD
                Kartu yang digunakan untuk menarik uang tunai dari bank melalui teller atau ATM
5. CHECK GUARANTEE
Kartu yang digunakan  sebagai jaminan dalam penarikan cek dan dapat pula untuk menarik uang tunai


 
Diberdayakan oleh Blogger.