Jumat, 21 November 2014

Manajemen Perubahan pada PT. Telkom

BAB I
PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang Masalah
Suatu organisasi dapat meningkatkan nilai dengan merubah struktur, budaya dan teknologi. Perubahan di dalam struktur fungsional dapat membantu menyediakan suatu pengaturan dimana orang – orang termotivasi untuk melakukannya.
Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan dari internal dan eksternal perusahaan.
Menurunnya kinerja dari pada para karyawannya yang berujung pada pelayanan yang kurang memuaskan sering menjadi factor pemicu dari internal organisasi untuk melakuakn perubahan dan factor eksternalnya adalah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Permasalahan  yang di alami oleh PT.Telkom terjadi di lingkungan internal,yakni menurunnya kinerja dari pada para karyawannya dan harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. Sehingga PT.Telkom tbk  melakukan perubahan seperti perombakan direksi, perubahan budaya pada tagline simbol pada logo baru baru. Perubahan ini diharapkan mampu memotivasi kembali kinerja karyawan yang sempat menurun dan  meningkatkan pelayanan terhadap para pelanggannya.

   B.     Rumusan Masalah
1.      Perubahan apa sajakah yang terjadi  pada PT Telkom ?
2.      Bagaimana Aplikasi perubahan yang terjadi pada PT Telkom berdasarkan teori-teori perubahan? (keterkaitan dengan teori perubahan yang terjadi)
3.      Bagaimana perubahan dilakukan oleh PT Telkom?
4.      Mengapa perubahan dilakukan oleh PT Telkom?
5.      Apa dampak dari perubahan yang dilakukan PT Telkom?
BAB II
PEMBAHASAN
   A.    Konsep Perubahan
1.      Change Management for Organization
Perubahan adalah suatu yang sangat sulit untuk dihindari, karena perubahan didorong oleh kekuatan internal dan eksternal organisasi. Walaupun lingkungan suatu organisasi secara terus menerus mengalami perubahan, hal ini perlu adanya penilaian perubahan bagi  siklus hidup organisasi. Hal ini berhubungan dan sangat tergantung pada bentuk organisasi.
Perubahan, menurut Lewin, terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap organisasi, individu, atau kelompok.Model yang ditemukan oleh Kurt Lewin ini merupakan suatu analisis kekuatan lapangan atau lingkungan internal dan eksternal organisasi.Ia lebih mengedepankan pertanyaan “mengapa” individu, kelompok, atau organisasi melakukan perubahan.
Lewin menawarkan tiga langkah untuk melakukan perubahan organisasi, yaitu: Unfreezing, Changing, dan Refreezing.
a.  Unfreezing yaitu suatu langkah penyadaran kepada semua pihak dalam organisasi tentang perluanya perubahan.  Unfreezing akan dihadapkan dengan dilema atau disconfirmation, individu atau kelompok menjadi sadar akan kebutuhan untuk perubahan. Dalam langkah pertama ini  lebih difokuskan pada individu atau kelompok yang menolak perubahan untuk diberikan pengertian dan harapan akan adanya perubahan yang akan dilaksanakan.
b.  Changing yaitu suatu langkah nyata untuk memperkuat kekuatan pendorong (driving force) dan upaya memperlemah kekuatan penolak (resistences). Pada langkah ini diperlukan diagnosa dan model baru perilaku untuk dieksplorasi dan diuji. Pada langkah kedua ini mengandung suatu penawaran pilihan yang lebih jelas bagi kekuatan penolak. 
c.  Refreezing yaitu suatu langkah penerapan perilaku baru untuk dievaluasi dan jika memperkuat perubahan, maka perlu diadopsi. Langkah ini lebih menekankan adanya proses pembekuan, yaitu perilaku yang berhasil dirubah perlu didukung oleh adanya sistem  reward dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kelompok kerja.

2.   FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI
Faktor internal
Faktor internal adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi.Contoh Faktor Internal :  Perubahan kebijakan lingkungan,  perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan, Volume kegiatan bertambah banyak,  Sikap & perilaku dari para anggota organisasi.
Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa factor tersebut antara lain : Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan sebagainya.
3.           Jenis perubahan dalam organisasi.
Perubahan Terencana : perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.
Perubahan Reaktif : perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

   B.     Perubahan yang terjadi pada PT Telkom
Ø  Perubahan struktural
Pada tanggal  11 mei 2012 di lakukan RUPS (Rapat umum pemegang saham) yang salah satu agendanya adalah melakukan perombakan susunan direksi PT.Telkom tbk perubahan atau pun perombakan yang di lakukan ini tentunya di berlatar belakangi oleh menurunnya kinerja dari karyawan Telkom. Dengan direksi yang baru tentunya akan membawa semangat baru yang mana direktur utamanya dipimpin oleh Arief Yahya
Berikut adalah sususanan direksi yang baru:
Direktur Utama: Arief Yahya (CEO),
Direktur Keuangan: Honesti Basyir
Direktur Enterprise and Whole Sale: M Awaludin
Direktur Human Capital and General Affair: Priyantono Rudito
Direktur Information and Technology: Indra Utoyo
Direktur Compliance and Risk Management: Ririek Adriansyah
Direktur Network and Solution: Rizkan Chandra
Direktur Konsumer: Sukardi Silalahi

Sedangkan jajaran direksi Telkom yang lama:
Direktur Utama: Rinaldi Firmansyah
Direktur Keuangan: Sudiro Asno
Direktur Enterprise and Whole Sale: Arief Yahya
Direktur Human Capital and General Affair: Faisal Syam
Direktur Information and Technology: Indra utoyo
Direktur Compliance and Risk Management: Prasetio
Direktur Network and Solution: Ermady Dahlan
Ø  penyesuaian tugas dan fungsi pada beberapa unit strategis
Pada “tahun 2011”, Telkom telah melakukan penyesuaian tugas dan fungsi pada beberapa unit strategis yaitu:
a.       Mengubah nama Direktorat IT, Solution & Supply menjadi Direktorat IT, Solution & Strategic Portfolio
b.      Penambahan fungsi supply management pada Direktorat Compliance & Risk Management
c.       Perubahan struktur organisasi Internal Audit yang diselaraskan dengan kebutuhan proses audit secara komprehensif (end to end).
d.      Penggabungan Departemen Corporate Communication dan Departemen Corporate Affair untuk memastikan proses kerja yang lebih efektif dan efisien.
Pada tahun 2012 Telkom telah melakukan beberapa perubahan menyangkut pembagian tugas dan wewenang Direksi, sebagai berikut:
   1.      Mengalihkan tugas dan wewenang penanganan bisnis di segmen wholesale dan internasional, dari semula di bawah Direktur Enterprise & Wholesale (“EWS”) menjadi di bawah Direktur Compliance & Risk Management (“CRM”). Dengan demikian Direktur EWS dapat lebih fokus pada pengembangan segmen bisnis enterprise.
   2.      Menambah tugas dan wewenang Direktur CRM untuk menangani segmen bisnis wholesale dan internasional, selain tugas dan wewenangnya sebagai Direktur CRM.
   3.      Menambah tugas dan wewenang Direktur NWS untuk menangani pengelolaan dan pendayagunaan IT serta service operation & management, untuk mendukung upaya pengembangan bisnis yang sudah berjalan (established)
Ø  Perubahan landscape bisnis
Tahun 2011 PT Telkom merubah landscape bisnisnya dari bisnis informasi dan komunikasi menjadi Telecomunication, Information, Media and Edutaionment (TIME).
Ø  Perubahan budaya dan identitas brand.
 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d7/Telkom_Logo_%28Formerly_PERUMTEL%29_%281974-1991%29.svg/98px-Telkom_Logo_%28Formerly_PERUMTEL%29_%281974-1991%29.svg.png
Ø  Logo PERUMTEL (1974-23 Oktober 1991)
  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/40/Logo_Telkom.svg/106px-Logo_Telkom.svg.png
Ø  Logo Telkom (23 Oktober 1991-23 Oktober 2001)
  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/2/22/Telkom_Indonesia_%281991-2009%29.svg/97px-Telkom_Indonesia_%281991-2009%29.svg.png
Ø  Logo Telkom (23 Oktober 2001-23 Oktober 2009)
  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/95/Telkom_Indonesia.svg/120px-Telkom_Indonesia.svg.png
Ø  Logo Telkom (23 Oktober 2009-16 Agustus 2013)
  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c4/Telkom_Indonesia_2013.svg/120px-Telkom_Indonesia_2013.svg.png
Ø  Logo Telkom (16 Agustus 2013-sekarang)
Sumber ( Wikipedia)
o   Expertise : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment.
§  Empowering : makna dari tangan yang meraih ke luar. Simbol ini mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar.
§  Assured : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat
§  Progressive : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru.
§  Heart : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai masa depan.
Ø  Perubahan tagline simbol pada logo baru yaitu The World in your hand. Perubahan yang dilakukan PT. Telkom ini dikarenakan harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. Saat ini The Telkom Way merupakan budaya Perusahaan yang memiliki harapan mampu memadukan seluruh elemen Perusahaan untuk dapat memberikan value terbaik kepada setiap pemangku kepentingan.

   C.    Aplikasi perubahan yang terjadi pada PT Telkom berdasarkan teori-teori perubahan? (keterkaitan dengan teori perubahan )

Ø  Perubahan organisasi dalam menghadapi persaingan bisnis,  PT TELKOM melakukan beberapa perubahan  secara kontinu . Pergantian  pemimpin / Direksi pada PT Telkom ditujukan untuk memberikan semangat baru bagi bawahan dan  untuk menciptakan ide-ide baru, inovasi,  melalui gaya kepemimpinan yang baru dari pemimpin tersebut.
Tahap perubahan dalam organisasi pada PT Telkom :
Pada tahap unfreezing
Dimana keadaan orang akan menjadi siap sedia untuk memperoleh atau mempelajari perilaku baru. Pada perubahan direksi yang terjadi di PT Telkom,  karyawan akan dituntut untuk  mempelajari hal baru, aturan yang baru, target-target yang  telah ditetapan pemimpin baru, serta mempelajari sikap dari pemimpin yang baru dalam mengarahkan bawahannya. 
Tahap selanjutnya changing :
Terjadi jika  orang mulai melakukan percobaan dengan perilaku baru. Setelah karyawan PT Telkom melihat, mempelajari  sikap  pemimpin mereka yang baru, dan penyegaran mengenai gaya kepemimpinan, mereka menjadi termotivasi untuk melakukan apa yang ditargetkan pemimpin PT Telkom yakni meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Tahap terakhir refreezing :
Dalam tahap ini berarti Perubahan yang terjadi pada PT Telkom membawa kembali organisasi pada keseimbangan yang baru.
Ø  Pendekatan penanganan perubahan dalam PT Telkom yakni :
 - program perubahan yang direncanakan.
 Melalui RUPS (Rapat  Umum Pemegang Saham) PT Telkom, yang agendanya unntuk menggantikan direksi-direksi yang lama agar diharapkan mampu
- Pendekatan proses perubahan reaktif,
 Manajemen PT Telkom bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan dibutuhkan, yakn menurunnya kinerja karyawan yang berdampak pada menurunnya pelayanan terhadap pelanggan dan factor persaingan bisnis telekomunikasi yang semakin ketat dan berubah dengan cepat. Manajemen PT Telkom melaksanaan modifikasi,, inovasi terhadap Brand image (melalui perubahan logo), tagline baru “The World in Your Hand” dan budaya baru yakni “Telkom Way”
Ø  Dorongan untuk Berubah
a.         Dari aspek internal organisasi :
Serikat Karyawan (Sekar) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menuntut, adanya perombakan direksi Telkom secara menyeluruh melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar 11 Mei 2012 . Telkom membutuhkan Direksi baru. Tentunya dengan harapan orang-orang baru ini dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.
b.        Dari aspek eksternal organisasi :
Dari dimensi teknologi dan pesaing bahwa harus ada inovasi dalam perusahaan yang menjadikan  acuan / semangat baru bagi karyawan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Perubagan logo warna dilakukan dalam upaya merayakan HUT KE-68 RI dengan Persembahan Mahakarya Merah Putih dan Penampilan Baru Logo TELKOM

   D.    Pentingnya Perubahan dilakukan
Ø  Perubahan structural pada PT Telkom dilakukan karena karyawan butuh penyegaran  ditandai dengan menurunnya kinerja karyawan, dan unntuk untuk meningkatan kinerja, memotivasi para karyawan unntuk meningkatkan layanan kepada pelanggan.
Ø  Untuk mengantisipasi tantangan pada lingkungan bisnis dan menjaga keunggulan kompetitif
Ø  upaya penyegaran yang akan menumbuhkan harapan baru dan motivasi tinggi karyawan PT Telkom dengan perubahan logo baru Telkom untuk menciptakan image baru.
Ø  Pada tahun 2012 Telkom telah melakukan beberapa perubahan menyangkut pembagian tugas dan wewenang Direksi, adalah unntuk   membangun sinergi yang lebih efektif di lingkungan Telkom dan  fokus pada pengembangan segmen bisnis

  E.     Dampak perubahan

Ø  Perubahan ini didasari PT.Telkom Indonesia ingin membangun brand      image baru. Brand image Indonesia yang ingin diusung Telkom dengan warna merah putih didalam logo Telkom Indonesia. Perubahan logo ini berdampak pada citra Telkom semakin positif karena diringi dengan perubahan layanan pada pelanggan lebih baik di sesuaikan dengan tema perubahan logo Telkom Indonesia saat ini dengan tujuan mempersiapkan generasi muda yang berkualitas. Telkom akan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan.

Ø  Peningkatan laba bersih tahun 2013 sebesar 10% dari tahun sebelumnya dan Dirut Telkom mendapatkan penghargaan.  (DetikNews (2013))  (diakses: 30 Oktober 2014).
Direktur Utama Telkom Arief Yahya Raih Penghargaan “Marketeer of the Year” 2013
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) Arief Yahya meraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 pada hari Kamis, 12 Desember 2013 untuk perannya dalam dunia pemasaran. Arief Yahya dinilai sebagai pelaku pemasaran yang berhasil menunjukkan semangat pemasaran secara hebat ditambah dengan kinerja yang bagus meskipun harus menghadapi persaingan yang sulit di era sekarang. Kerja keras jajaran Telkom membuahkan hasil kinerja keuangan perusahaan yang selalu positif dan selalu mencetak laba dan jumlah yang cukup berarti. Sebagai perbandingan pada laporan keuangan ataupun kinerja keuangan Telkom kuartal III/2013 yang diumumkan Oktober lalu, Telkom berhasil meraih laba bersih Rp 11.057 triliun. Perolehan itu naik 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 10.001 triliun.

BAB III
PENUTUP
   A.    Kesimpulan
Melalui berbagai inovasi dan solusi yang dilakukan PT Telkom memberikan dampak yang positif terhadap kinerja perusahaan. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk telah berhasil melakukan transformasi organisasi dengan memperhatikan budaya organisasi dan kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja karyawannya. Meningkatnya kinerja karyawan dapat mempengaruhi tercapainya tujuan dari organisasi tersebut.. Perubahan logo yang dilakukan oleh PT. Telkom dengan simbol The World in your hand mencerminkan inovasi untuk kemajuan masa depan. PT. Telkom dapat mewujudkan dan memberdayakan pelanggan ritel dan korporasi dengan memberikan kualitas, kecepatan, kehandalan dan layanan pelanggan yang lebih baik. PT. Telkom dalam keorganisasian bergabung dengan perusahaan-perusahaan sejenis baik lokal maupun internasional. Hal ini berarti PT Telkom telah berinteraksi dengan lingkungan.

   B.     Saran
Perubahan tidak ada batasnya, inovasi terus menerus harus dilakukan oleh  perusahaan agar dapat mencapai keunggulan  kompetitif dan memenangi persaingan bisnis di dalam dunia telekomunikasi yang setiap saat mengalami perubahan yang luar biasa perusahaan.

Kamis, 20 November 2014

Renault mempercepat pengiriman dengan DSS baru

Renault mempercepat pengiriman dengan DSS baru

    1.      Bagaimana DSS membantu pengambilan keputusan pada Renault ? Jelaskan  beberapa keputusan  yang dibantu dengan menggunakan sistem ini !

            Peranti lunak DSS yang baru dari Renault di desain untuk  semua operasi bisnis Renault.  Peranti ini  membuat pesanan pelanggan mengalir langsung dari penjual ke pabrik perakitan tanpa terlebih dahulu melalui kantor pusat perusahaan, sehingga dapat mempersingkat waktu pesanan pelanggan.

Beberapa keputusan yang dibantu dengan system DSS yang baru :

a.       Mempercepat proses pengiriman dari  pesanan pelanggan.
              Pesanan pelanggan mengalir langsung dari penjual ke pabrik perakitan tanpa terlebih dahulu melalui kantor pusat perusahaan, sehingga dapat mempersingkat waktu pesanan pelanggan.

b.      Perakitan kendaraan yang efisien.
             Peranti lunak mengarahkan urutan proses produksi. Bagian mobil dibuat untuk menghaluskan beban kerja pada lini perakitan dan meminimalisasi biaya produksi ketika warna diubah pada saat sequenscinng, dimana tabunng-tabung cat perlu dicuci.

c.       Membuat masing-masing departemen  fokus pada sasarannya.
                 Setiap departemen memilih  informasi yang dibutuhkan  unntuk  mencapai sasarannya. Sebagai contoh, departemen  penjualan berfokus pada kemampuan untuk mengahasislkan gabungan model, mesin, tigkat perlengkapan. Sedangkan perencana industry berfokus pada jumlah produksi mingguan


    2.      Seberapa besar dampak DSS ini pada kinerja bisnis? Jelaskan jawaban Anda!
Selain mempersingkat waktu pengiriman dan mengurangi persediaan system ini membantu memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan mobil yang mereka inginkan, hal ini menghasilkan bauran produk yang lebih  mengunntungkan bagi  Renault.
Menciptakan kepuasan pelanggan dan kehandalan dalam memproses pesanan pelanggan. Karena Renault memiliki keunggulan dalam mengiirimkan produk, hal ini sebagai tuntudan dalam bisnis saat ini  bahwa persaingan  di pasar otomotif yang sangat  ketat.
     3.      Faktor manajemen, organisasi  dan teknologi apa yang harus diperhatikan agar  system ini dapat berhasil?

a.       Faktor Manajemen

              Perusahaan Renault harus membangun  sekumpulan jalur ekstensif  melalui jaringan  transportasi Renault  di seluruh dunia untuk  mengoptimalisasi waktu pengiriman kendaraan  dari pabrik  ke penjual via pusat-pusat penugasan langsung.
Renaul mengubah rantai pasokannya dari model dorong menjadi model tarik, yang berarti mobil di buat sesuai dengan pesanan.

b.      Faktor Organisasi

                 Setiap departemen  harus fokus dan tepat dalam mencapai sasarannya, misal perencana industry  berfokus pada jumlah produksi mingguan untuk setiap pabrik, departemen  penjualan berfokus pada kemampuan untuk mengahasilkan gabungan model, mesin, tigkat perlengkapan.

c.       Faktor teknologi

                Permintaan modifikasi pada peranti lunak karena tidak dapat mengendalikan sequencing mobil dengan baik. ( Ada terlalu banyak perubahan warna yang harus  ditangani oleh lini perakitan ).


Perancangan ulang proses bisnis Pada small business administration

PERANCANGAN ULANG   PROSES BISNIS
PADA SMALL BUSINESS ADMINISTRATION

    1.      Apa yang salah dengan system computer yang telah ada (ALCS) dan mengapa SBA memutuskan untuk menggantinya?

                   ALCS bukan merupakan system control pinjaman yang sesungguhnya, yang dapat menangani semua perincian pinjaman, melainkan hanyalah  system penelusuran yang  berantarmuka dengan mainframe lembaga SBA yang menjalankan sebuah program yang sesungguhnya mendanai dan menyebarkan pinjaman.
                   Sistem ini sudah ketinggalan zaman , tidak praktis tidak dapat diandalkan dan tidak memenuhi persyaratan keamanan IT saat ini. Karena ALCS bukan sitem kontrol pinjaman, sedangakan SBA membutuhkan sitem kontrol pinjaman yang dapat menangani semua perincian pinjaman.
                   Data dalam jumlah besar file-file kertas harus buat dan disimpan dimmana proses tersebut  sangatlah panjang, proses tersebut sangat lambat dan memakan waktu banyak.
                   SBA memutuskan menggantinya karena ingin menciptakan proses baru untuk mempercepat waktu dan membuat proses otomatis dan menyimpan file-file data elektronik, untuk membantu mempercepat proses pengumpulan data, serta mengurangi  kesalahan dalam pekerjaan

    2.      Apa tujuan dari reorganisasi ODA dan memusatkan  TI dalam satu kantor, dan memusatkan fungsi lain, seperti pusat panggilan, pada kantor lainnya?
                    Agar kantor kantor yang lama dapat fokus untuk melakukan tugas-tugas lainnya (membagi tugas) seperti memusatkan semua panggilan  di Buffalo, New York dan Kantor Fort  menjadi pusat pemrosesan dan penyebaran, dimana staf penyebaran dan legal benar-benar membuat dan menyebarkan pinjaman.                   Sebelumya SBA telah mengorganisir lembaga ke dalam wilayah regional . Mereka telah mendirikan empat lembaga di seluruh negara yang memiliki infrastruktur IT yang berbeda . Setiap pusat adalah duplikat dari yang lain . banyak  dokumen hilang , data dimasukkan salah atau beberapa kali .SBA menyia-nyiakan banyak waktu mencoba untuk mengirim dokumen bolak-balik ,SBA menyadari bahwa system ini tidak efisien dan memutuskan untuk memusatkan setiap proses untuk satu wilayah untuk memiliki kontrol yang lebih baik dari proses dan menjadi lebih efektif dan efisien . Selain itu, untuk mengurangi banyaknya file yang hilang, terjadi duplikasi, perhitungan yang salah yang menyebabkan penundaan dalam proses permohonan. 
   3.      Apa saja cara yang dapat dilakukan oleh lembaga ini dalam menggunakan sistem informasinya untuk memperbaiki proses permohonan, persetujuan, dan pemeliharaan pinjaman.

SBA dapat mengembangkan sistem yang memungkinkan para korban untuk melamar permohonan kredit secara online . Hal ini akan menghemat perusahaan  daalam hal banyak waktu dan uang karena perusahaan tidak perlu mendirikan pusat di berbagai lokasi bencana .Hal ini juga dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memproses aplikasi karena mereka akan menerima aplikasi secepat korban menyerahkan secara online .Melalui sistem ini mereka dapat memberikan persetujuan secara lebih cepat.


 
Diberdayakan oleh Blogger.